VIVA – Media ternama Jerman menyinggung kerugian Indonesia seiring dengan keputusan kontroversial FIFA. Mereka menguntungkan Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.
Amerika Serikat menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Namun, langkah ketiga negara berakhir di babak 16 besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Selasa (7/7/2026) pagi WIB, AS mengakhiri kiprahnya dengan disingkirkan Belgia. Mereka takluk dengan skor telak 1-4 di Seattle.
Kegemilangan Charles De Ketelaere menjadi penyebab kesuksesan Belgia. Sang penyerang Atalanta mengukir dwigol dan juga sebuah assist, selagi penggantinya, Romelu Lukaku, menyumbangkan satu gol.
Negeri Paman Sam tersingkir setelah sempat mendapatkan bantuan kontroversial dari FIFA. Sebab, mereka menangguhkan kartu merah Folarin Balogun yang seharusnya dilarang bermain di sini.
Balogun dikartu merah setelah melakukan pelanggaran dalam duel kontra Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Aksinya menginjak kaki Tarik Muharemovic berbuah kartu merah yang tak terelakkan.
Presiden Donald Trump kemudian melakukan panggilan khusus kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, melalui telepon. Dia mengonfirmasinya kepada reporter pada Senin (6/7/2026) kemarin.
“Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan ulang karena saya tidak berpikir itu pelanggaran. Saya tidak menyuruhnya melakukan apa pun. Saya tidak bisa menyuruhnya melakukan apa pun,” kata Trump kepada para reporter, dilansir The Guardian.
“Saya belum pernah melihat hal seperti ini,” katanya. “Jadi saya melihat permainan itu, dan saya adalah orang yang menyukai olahraga dan pernah menjadi atlet yang baik. Saya sangat memahami olahraga. Sangat baik,” tambahnya.
Trump menyebut bahwa itu bukan pelanggaran, meski wasit tidak berpikir demikian. Menurut Trump, kesalahan hanyalah terjadi jika ada kekerasan seperti memukul wajah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Itu bukan pelanggaran. Itu bahkan bukan pelanggaran ringan. Itu adalah dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh dan kebetulan bertabrakan. Anda tidak bisa meletakkan kaki Anda dengan benar di kaki orang lain saat Anda berlari dengan kecepatan penuh. Ini adalah dua atlet hebat yang saling bertabraka,” tandasnya.
“Jika dia memukul wajahnya, jika dia melakukan sesuatu yang salah, saya akan merasa berbeda,” pungkasnya.
Halaman Selanjutnya
Keputusan FIFA untuk menangguhkan kartu merah Balogun berujung kepada protes keras publik. FIFA sudah terlihat tebang pilih sejak sebelum turnamen ini digelar.

1 week ago
1











