Jakarta, VIVA – Industri game konsol tengah memasuki babak baru. Persaingan kini tidak lagi sekadar menghadirkan perangkat keras dengan spesifikasi paling tinggi, melainkan membangun ekosistem yang mampu membuat pemain tetap bertahan selama bertahun-tahun.
Sony, Microsoft, dan Nintendo memang sama-sama menjual konsol. Namun, ketiganya memiliki strategi yang sangat berbeda dalam mempertahankan dominasi di pasar global. Mulai dari mengandalkan game eksklusif, layanan berlangganan, hingga karakter ikonik yang sudah dikenal lintas generasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lalu, bagaimana sebenarnya strategi masing-masing perusahaan? Berikut VIVA rangkum Jum'at, 3 Juli 2026.
Sony: Menjual Pengalaman Premium Lewat Game Berkualitas
Bagi Sony, kekuatan utama PlayStation bukan hanya berasal dari konsolnya, tetapi dari pengalaman bermain yang ditawarkan melalui deretan game berkualitas tinggi.
PlayStation dikenal memiliki katalog game eksklusif seperti God of War, Marvel's Spider-Man, The Last of Us, hingga Ghost of Tsushima. Judul-judul tersebut menjadi alasan utama banyak gamer memilih membeli konsol PlayStation.
Dalam sejumlah kesempatan, eksekutif Sony juga menegaskan bahwa perangkat keras hanyalah media untuk menikmati konten. Tanpa game berkualitas, sebuah konsol tidak memiliki nilai lebih.
Di sisi lain, Sony tetap memberi ruang besar bagi penerbit pihak ketiga (third-party). Kehadiran waralaba seperti Call of Duty, EA Sports FC, Grand Theft Auto, hingga berbagai game dari Capcom dan Square Enix menjadi bagian penting dari ekosistem PlayStation. Strategi ini membuat PlayStation mampu menarik baik penggemar game eksklusif maupun pemain kasual.
Sony juga mulai memperluas jangkauan beberapa game ke PC. Langkah ini membuka pasar baru tanpa sepenuhnya menghilangkan daya tarik konsol PlayStation, karena sebagian besar game tetap hadir lebih dulu di platform mereka.
Microsoft: Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Konsol
Berbeda dengan Sony, Microsoft tidak lagi berfokus menjadikan Xbox sebagai satu-satunya tempat bermain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, berulang kali menyampaikan bahwa tujuan perusahaan adalah membuat pemain dapat menikmati game Xbox di mana pun mereka berada, baik melalui konsol, PC, maupun layanan cloud gaming.
Pendekatan ini melahirkan konsep "Xbox Play Anywhere", Game Pass, serta ekspansi berbagai judul Xbox ke platform lain. Fokus Microsoft bergeser dari menjual perangkat keras menjadi memperbesar jumlah pengguna ekosistem Xbox secara keseluruhan.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, Microsoft tetap memperkuat studio internal melalui akuisisi besar seperti Bethesda dan Activision Blizzard. Kepemilikan puluhan studio memberi mereka pasokan game yang konsisten untuk Game Pass sekaligus memperkuat identitas Xbox sebagai layanan gaming, bukan sekadar merek konsol.

1 week ago
2











