Jakarta, VIVA – Persaingan HP flagship tidak lagi sekadar soal prosesor paling cepat atau kamera dengan megapiksel terbesar. Memasuki 2026, arah inovasi mulai bergeser ke pengalaman penggunaan yang lebih cerdas melalui kecerdasan buatan (AI), kamera berbasis komputasi, serta teknologi baterai generasi baru yang menjanjikan kapasitas lebih besar tanpa membuat bodi ponsel semakin tebal.
Berbagai produsen seperti Samsung, Google, Xiaomi, OPPO, hingga OnePlus kini berlomba menghadirkan fitur yang tidak hanya meningkatkan spesifikasi di atas kertas, tetapi juga benar-benar mengubah cara pengguna memotret, bekerja, hingga menghemat daya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berikut VIVA telah merangkum Kamis, 9 Juli 2026, prediksi teknologi yang akan hadir di HP flagship.
AI Bukan Lagi Sekadar Asisten, tetapi Menjadi "Otak" Smartphone
Perubahan paling besar terjadi pada kecerdasan buatan atau AI. Jika sebelumnya AI hanya digunakan untuk mempercantik foto atau menerjemahkan bahasa, kini teknologi tersebut mulai menjadi pusat pengendali berbagai fungsi smartphone.
Chipset flagship terbaru dari Qualcomm dan MediaTek menghadirkan Neural Processing Unit (NPU) yang jauh lebih bertenaga sehingga model AI yang lebih besar dapat diproses langsung di dalam perangkat (on-device AI).
Pendekatan ini membuat respons AI lebih cepat, mengurangi ketergantungan pada internet, sekaligus meningkatkan privasi karena data tidak selalu dikirim ke server cloud.
Ke depannya, AI diperkirakan mampu:
- Mengatur jadwal secara otomatis berdasarkan kebiasaan pengguna.
- Merangkum email, dokumen, dan rapat dalam hitungan detik.
- Membuat balasan pesan yang lebih kontekstual.
- Mengedit foto dan video menggunakan perintah suara.
- Mengoptimalkan konsumsi baterai berdasarkan pola penggunaan harian.
Samsung bahkan telah mengungkapkan bahwa generasi Galaxy flagship berikutnya akan membawa pengalaman agentic AI, yaitu AI yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri dibanding generasi sebelumnya.
Kamera Memasuki Era Computational Photography 2.0
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Megapiksel tinggi masih menjadi daya tarik, tetapi produsen kini lebih fokus pada kualitas hasil akhir dibanding sekadar angka.
Perkembangan AI membuat kamera flagship mampu mengenali objek, kondisi cahaya, hingga gerakan secara real time. Proses seperti pengurangan noise, peningkatan detail, HDR, dan koreksi warna kini dilakukan secara otomatis dalam hitungan milidetik.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, chipset terbaru mulai mendukung codec video profesional seperti Advanced Professional Video (APV) yang memungkinkan perekaman video berkualitas tinggi dengan fleksibilitas lebih besar saat proses penyuntingan. Android 16 juga telah menambahkan dukungan terhadap teknologi tersebut.

6 days ago
2











