Menag: Data Pemantauan Hilal Tak Penuhi Kriteria Visibilitas MABIMS

5 hours ago 1

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:13 WIB

VIVA Menteri Agama, Nasaruddin Umar menjelaskan, secara hisab, data pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas MABIMS yakni 6 derajat 6 menit 11 detik.

Metode hisab dan rukyat yang mengacu pada kriteria MABIMS itu diketahui merupakan kesepakatan regional Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang kemudian ditetapkan melalui sidang isbat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Nasaruddin pun mengumumkan bahwa penetapan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan hasil sidang Isbat yang digelar hari ini.

"Secara hisab, data hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas MABIMS yakni 6 derajat 6 menit 11 detik," kata Nasaruddin Umar di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Maret 2025.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar

Photo :

  • [tangkapan layar]

"Sehingga disepakati bahwa tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 Masehi,” ujarnya.

Sidang Isbat yang digelar di Kantor Kementerian Agama itu turut dihadiri sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam serta sejumlah perwakilan dari negara-negara sahabat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam hal ini, pemerintah RI melalui Kementerian Agama (Kemenag), menggunakan metode gabungan dalam menentukan hilal dan penetapan 1 Syawal 1447 H tersebut.

Antara lain yakni metode hisab dan rukyat dengan mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang kemudian ditetapkan melalui sidang isbat.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar

Sidang Isbat Putuskan 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Hari Sabtu 21 Maret 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama mengumumkan penetapan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 berdasarkan hasil Isbat.

img_title

VIVA.co.id

19 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |