Prabowo Sebut Ada 1.000 SPPG Diberhentikan Sementara

3 hours ago 2

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:13 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah diberhentikan sementara (suspend) sebagai bagian dari upaya pembenahan kualitas layanan.

Melalui keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Presiden menyebut langkah itu guna memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi, sehingga program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya langsung cek. Panggil Kepala BGN dan saya terus cross-check," kata Prabowo dalam keterangannya, Kamis 19 Maret 2026.

Presiden Prabowo Subianto

Photo :

  • Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo menyatakan, kebijakan tersebut bukan berarti menghentikan program, melainkan bagian dari proses evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah melakukan pengecekan langsung menyusul berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan MBG di lapangan.

Prabowo menegaskan, pemerintah tidak menutup mata terhadap kritik, justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program yang menyangkut masa depan generasi bangsa.

"Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu," ujarnya.

Prabowo menyatakan penindakan dilakukan secara tegas terhadap dapur yang tidak memenuhi standar, dengan pengawasan langsung di lapangan.

"Lebih dari seribu. Ini saya punya wakil kepala satu ibu, ibu ini, ibu Nanik ya. Ini galak sekali dia. Dia sidak terus kerjanya," kata Presiden.

"Yang sudah di-suspend, 1.030. Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau gak beres ditutup," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG. Setiap dapur diwajibkan memenuhi kriteria kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, serta proses pengolahan yang sesuai standar. Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan langsung ditangguhkan hingga dilakukan perbaikan.

Pemerintah juga membuka mekanisme pengawasan publik, dengan menyediakan akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, maupun orang tua untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program di lapangan. Prabowo menegaskan, transparansi dan keterlibatan publik menjadi kunci agar program MBG berjalan bersih dan tepat sasaran.

Halaman Selanjutnya

"Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |