Mendag Jamin Impor Produk AS Tarif 0 Persen Tak Ganggu Industri Dalam Negeri

2 weeks ago 6

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:17 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan, Budi Santoso memastikan, impor produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) yang mendapat tarif 0 persen, tidak akan mengganggu keberlangsungan industri dalam negeri.

Budi menyebut, komoditas pertanian seperti kedelai, gandum, dan kapas, merupakan produk yang dibutuhkan oleh industri dan tidak diproduksi di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu kan kebanyakan memang kita butuhkan karena kebanyakan bahan baku. Kedelai kita juga butuh, kita impor terbesar dari Amerika," kata Budi di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

"Kalau kita enggak mempermudah itu, justru menyusahkan industri kita," ujarnya.

Budi menjelaskan, dengan pengenaan tarif 0 persen, maka industri nasional mendapat kemudahan impor dan dapat menekan biaya produksi. Menurutnya, jika bahan baku diperoleh dengan harga murah, maka harga produk akhir juga dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.

"Caranya untuk murah dipermudah, biar kita nggak belinya mahal. Nah kalau kita beli mahal nanti harga makanan mahal juga," kata Budi.

Dia menambahkan, komoditas seperti gandum dan kedelai sangat vital bagi industri makanan dan minuman. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah rasional dalam menjaga pasokan bahan baku, stabilitas harga, serta keberlanjutan industri nasional.

Dalam kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), Indonesia memberikan fasilitas tarif 0 persen untuk sejumlah komoditas pertanian seperti kedelai dan gandum dari AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat. Produk turunan kedelai dan gandum seperti tahu, tempe, dan mi instan tidak akan terkena beban biaya tambahan.

Dampak utama perjanjian ini adalah stabilitas harga pangan pokok berbasis impor. Indonesia memang tidak memproduksi kedelai dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi industri makanan nasional. (Ant).

Penandatanganan Agreements on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-Amerika Serikat

Indonesia-AS Sepakati Tarif 0 Persen untuk Produk Tekstil, Simak Ketentuannya

Airlangga menyampaikan, Indonesia dan AS telah menyepakati penghapusan tarif bea masuk 0 persen, untuk produk tekstil dan garmen (apparel) melalui skema kuota tertentu.

img_title

VIVA.co.id

20 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |