Mengapa Memasuki Usia 40, Pria Mulai Merasa Kehilangan Arah?

10 hours ago 2

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:20 WIB

VIVA –Memasuki usia 40, seorang pria sering kali terlihat seperti sudah memiliki semuanya. Karier mulai mapan, keluarga terbentuk, rumah dan kebutuhan hidup relatif terpenuhi. Namun, di balik semua pencapaian itu, muncul pertanyaan yang sulit dijelaskan ‘sebenarnya, saya sedang menuju ke mana?’ Bukan karena hidupnya gagal, tetapi karena tujuan yang dulu begitu jelas perlahan kehilangan makna.

Rutinitas yang sebelumnya memberi rasa aman mulai terasa hambar. Semangat mengejar pencapaian pun tidak lagi sama. Di usia ini, banyak pria mulai menyadari bahwa selama bertahun-tahun mereka sibuk membangun kehidupan untuk keluarga dan pekerjaan, tetapi lupa bertanya ‘Apa yang sebenarnya saya inginkan dari hidup saya sendiri?’

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momen tersebut bisa dipahami sebagai momen kehilangan arah setelah usia 40 tahun. Lantas apa yang menjadi penyebabnya? Melansir laman evolutioncounsellingandwellness, Minggu 30 Agustus 2026, untuk memahami mengapa begitu banyak pria merasa kehilangan arah setelah usia 40, kita perlu memahami terlebih pengaruh dari paruh pertama kehidupan yang mereka dijalani.

Bagi kebanyakan pria, beberapa dekade pertama kehidupan berjalan dengan satu pola utama yakni membangun, membangun karier. Membangun penghasilan. Membangun reputasi. Membangun keluarga dan rumah untuk tempat mereka tinggal. Membangun keamanan agar orang-orang yang bergantung kepadamu tidak pernah merasakan ketidakpastian yang mungkin pernah kamu rasakan ketika tumbuh dewasa.

Semua dorongan itu sebenarnya baik. Masyarakat menghargainya. Keluarga membutuhkannya. Dan ada kehormatan tersendiri pada seorang pria yang selama 20 atau 30 tahun mampu memikul semua tanggung jawab tersebut tanpa banyak mengeluh.

Dan memang, pola itu berhasil. Setidaknya untuk waktu yang lama. Namun, ada satu hal yang hampir tidak pernah diperingatkan kepada kita. Seluruh sistem tersebut dibangun berdasarkan target-target dari luar diri kita. Mendapatkan jabatan. Mencapai angka tertentu. Melunasi utang. Menjadi penyedia bagi keluarga. Masalahnya, target dari luar diri memiliki satu sifat yang aneh yakni begitu kita mencapainya, target itu menjadi sunyi.

Promosi yang selama tiga tahun kamu kejar mungkin terasa luar biasa selama sekitar satu minggu. Setelah itu, promosi tersebut hanya menjadi pekerjaanmu sehari-hari.

Halaman Selanjutnya

Mobil yang selama bertahun-tahun kamu tabung untuk membelinya terasa sangat istimewa pada awalnya. Tetapi lama-kelamaan, mobil itu hanya menjadi kendaraan yang kamu gunakan setiap hari.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |