Menhan Ceritakan Awal Mula Trump Masukkan RI ke Board of Peace, Namun Kini Left Behind

3 weeks ago 9

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:28 WIB

Jakarta, VIVA Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menceritakan awal mula Indonesia bergabung ke dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump

Kata dia, Board of Peace (BoP) digagas Trump dengan tujuan untuk membantu Palestina. Sebab, korban yang timbul hampir lebih dari 80.000 jiwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu disampaikan Sjafrie dalam rapat bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2026.

"Sebagaimana diketahui, bahwa Board of Peace itu adalah suatu inisiatif dari Presiden Amerika Serikat untuk membantu Palestina di Gaza dan kita tahu korban yang timbul mungkin sudah hampir 80.000 jiwa yang korban di Gaza," kata Sjafrie dalam rapat.

"Nah inilah upaya yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat untuk melakukan bagaimana kita melakukan upaya penyelamatan terhadap kemanusiaan dan juga politik di Gaza," sambungnya.

Trump, kata dia, memberikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto mengingat mayoritas penduduk di Indonesia beragama Islam dan memperhatikan masalah kemanusiaan di Gaza.

Melihat hal tersebut, Trump pun memasukkan Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) bersama negara-negara Arab. 

"Indonesia berkonsultasi dengan prasyarat bahwa Hamas tetap kita jaga eksistensinya, kemudian juga jangan sampai terjadi kegiatan-kegiatan yang bersifat kekuatan fisik yang bisa menimbulkan korban terhadap rakyat di Gaza. Ini yang menjadi catatan kita, dan ini disetujui oleh beberapa negara Arab termasuk Arab Saudi," jelas dia.

Bersama dengan BoP, Trump juga membentuk International Stabilization Force atau ISF dimana Indonesia turut bergabung di dalamnya. 

Namun, kata Sjafrie, kini BoP dan ISF 'left behind' karena meningkatnya eskalasi konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Namun, dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Israel yang sangat tinggi sehingga BoP cenderung left behind. Nah, karena BOP left behind, ISF juga left behind," tutur Sjafrie.

Meski begitu, Sjafrie menyebut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menyiapkan brigade-brigade komposit sambil menunggu arahan.

Halaman Selanjutnya

"Dari inisiatif Presiden Amerika Serikat belum mendapatkan suatu arahan implementasi, maka sampai dengan saat ini ISF kita masih standby. Kita belum melakukan apa-apa, tapi di dalam negeri Panglima sudah melakukan kegiatan-kegiatan," pungkas dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |