Selasa, 5 Mei 2026 - 11:20 WIB
VIVA –Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent menuduh China secara tidak langsung mendanai Iran melalui pembelian energi dalam jumlah besar. Padahal menurut Bessent seharusnya China membantu AS dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz.
Pernyataan tegas ini disampaikan Bessent jelang kunjungan presiden Donald Trump ke Beijing pekan depan. Seperti diketahui dalam kunjungan tersebut, Trump dijadwalkan akan bertemu dengan presiden Xi Jinping.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
”Iran adalah sponsor terorisme negara terbesar dan China membeli 90 persen energi mereka. Artinya China ikut mendanai sponsor terorisme terbesar itu, kata dia kepada Fox News dikutip dari laman Al Jazeera, Selasa 5 Mei 2026.
Meski melontarkan tuduhan tersebut, Bessent meminta Beijing untuk bergabung dengan AS dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz.
“Serangan dari Iran telah menutup selat itu. Kami sedang membukanya kembali. Jadi saya mendorong China untuk ikut mendukung operasi internasional ini,” ujar Bessent.
Sebelumnya, Trump mengumumkan pada Minggu bahwa AS akan mengarahkan kapal-kapal yang terjebak di Hormuz keluar dari selat tersebut. Ia juga memperingatkan Iran agar tidak mengganggu operasi yang diberi nama Project Freedom.
Bessent menegaskan bahwa AS menganggap Iran tidak memiliki kendali atas Selat Hormuz.
“Kami yang memiliki kendali penuh atas selat itu,” tambahnya.
Meski demikian, ia juga menyiratkan bahwa China seharusnya memanfaatkan pengaruhnya terhadap Iran untuk membantu meredakan krisis.
“Mari kita lihat China mengambil langkah diplomatik dan mendorong Iran membuka kembali selat itu,” katanya.
Tekanan Maksimum ala Trump
Bessent juga menyebut bahwa China dan Rusia telah memveto upaya untuk mengutuk blokade Iran terhadap Hormuz di Dewan Keamanan PBB.
Beijing dan Moskow sebelumnya memblokir rancangan resolusi PBB terkait Hormuz awal bulan ini, dengan alasan bahwa isi resolusi tersebut tidak seimbang karena hanya mengecam Iran tanpa menyinggung serangan AS dan Israel terhadap negara itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan rancangan tersebut tidak menggambarkan akar masalah dan keseluruhan konflik secara menyeluruh dan berimbang.
Sejak menarik diri dari kesepakatan nuklir multilateral dengan Iran pada 2018, Trump berupaya menekan sektor energi negara tersebut melalui kampanye sanksi yang dikenal sebagai maximum pressure.
Halaman Selanjutnya
Kesepakatan itu yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)—sebelumnya membuat Iran secara signifikan mengurangi program nuklirnya di bawah pengawasan internasional, sebagai imbalan atas pencabutan sanksi ekonomi.

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)