Menlu AS Nyatakan Operasi Epic Fury ke Iran Berakhir, Tapi Trump Siapkan Misi Baru di Selat Hormuz

1 week ago 7

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:00 WIB

VIVA – Pemerintah Amerika Serikat akhirnya mengumumkan penutupan operasi militernya terhadap Iran yang telah berlangsung sejak Februari lalu. Namun, langkah itu bukan berarti ketegangan mereda. Justru, Washington kini mengalihkan fokus ke jalur pelayaran paling krusial di dunia, Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa fase operasi tempur yang dikenal sebagai Epic Fury telah rampung. Pernyataan itu disampaikan dalam pengarahan resmi di Gedung Putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita sudah selesai dengan tahap itu,” kata kata Menlu AS, Rubio dalam pernyataan di Gedung Putih.

Ia menambahkan bahwa operasi tersebut telah mencapai tujuannya sesuai yang dilaporkan kepada Kongres. Menurut Rubio, prioritas Amerika kini bukan lagi serangan militer langsung, melainkan memastikan jalur perdagangan global tetap terbuka. Fokus itu diwujudkan melalui inisiatif baru yang disebut sebagai Project Freedom.

“Sekarang kita sedang menjalankan Proyek Freedom. Itulah yang sedang kita jalani sekarang. Apa yang mungkin akan terjadi di masa depan masih bersifat spekulatif,” lanjutnya.

Langkah ini berkaitan langsung dengan meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia. Iran dilaporkan telah menerapkan sistem baru untuk mengatur lalu lintas kapal di kawasan tersebut, disertai peringatan dari Korps Garda Revolusi Islam kepada kapal-kapal yang melintas.

Meski operasi utama telah dihentikan, situasi di lapangan belum sepenuhnya stabil. Pemerintah AS menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku, tetapi aktivitas militer tetap dilakukan dalam kerangka defensif.

Rubio menyebut operasi selama masa gencatan senjata sebagai “operasi defensif.” Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth juga menegaskan bahwa gencatan senjata belum benar-benar berakhir. Hal senada terlihat dari sikap Presiden Donald Trump yang tidak memberikan batasan jelas soal pelanggaran gencatan senjata.

Bahkan, Trump secara terbuka tidak menutup kemungkinan melanjutkan serangan jika negosiasi gagal atau Iran dianggap melanggar kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat meluncurkan operasi Epic Fury

Di sisi lain, isu nuklir tetap menjadi titik krusial dalam perundingan antara Washington dan Teheran. Rubio menegaskan bahwa pembahasan tidak hanya menyangkut pengayaan uranium, tetapi juga nasib material nuklir yang telah dimiliki Iran.

Halaman Selanjutnya

“Saya tidak ingin membahayakan negosiasi, tetapi cukuplah dikatakan bahwa presiden dan seluruh tim ini menyadari pentingnya pertanyaan itu, dan itu harus ditangani dengan satu atau lain cara,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |