Senin, 6 Juli 2026 - 23:00 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menjelaskan alasan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, tidak dapat memasuki Grand Mosalla Teheran saat menghadiri prosesi penghormatan terakhir terhadap mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut Sugiono, kondisi tersebut terjadi karena adanya ketentuan akses dari pemerintah Iran yang baru dikonfirmasi setelah Indonesia menunjuk duta besarnya sebagai perwakilan resmi.
Momen kehadiran Dubes RI di lokasi prosesi sebelumnya menjadi perhatian publik setelah beredar dokumentasi yang memperlihatkan dirinya berada di area luar Grand Mosalla Teheran, sementara prosesi penghormatan berlangsung di dalam kompleks tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sugiono menegaskan, sejak awal pemerintah Indonesia telah menerima undangan untuk menghadiri upacara penghormatan terakhir tersebut dan memutuskan menunjuk Dubes RI di Teheran sebagai wakil resmi pemerintah.
"Jadi kita menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut. Dan pada saat itu, kita juga sudah mengatakan bahwa yang mewakili Pemerintah Indonesia adalah duta besar Indonesia yang ada di Iran," kata Sugiono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Indonesia Awalnya Tunjuk Dubes sebagai Wakil Resmi
Menurut Sugiono, keputusan menunjuk Dubes RI di Teheran diambil setelah mempertimbangkan berbagai kondisi yang dihadapi pemerintah pada saat bersamaan.
Ia menjelaskan sejumlah pejabat negara sedang disibukkan dengan agenda kenegaraan di dalam negeri sehingga tidak memungkinkan melakukan perjalanan ke Iran dalam waktu tersebut.
"Dengan berbagai pertimbangan teknis, karena pada saat itu juga di kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana," ujarnya.
Atas dasar itu, pemerintah memutuskan perwakilan Indonesia dalam prosesi penghormatan dilakukan oleh Dubes RI yang bertugas di Teheran.
Iran Batasi Akses Hanya untuk Pejabat di Atas Tingkat Dubes
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, situasi berubah setelah pemerintah Indonesia menerima informasi baru dari pihak Iran.
Sugiono mengungkapkan, pada 2 Juli 2026 pemerintah memperoleh konfirmasi bahwa akses ke dalam Grand Mosalla Teheran hanya diberikan kepada tamu negara dengan tingkat jabatan di atas duta besar.
Halaman Selanjutnya
"Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas dubes, pada tanggal 2 kalau saya tidak salah," katanya.

1 week ago
1











