Jakarta, VIVA – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita memproyeksi, Indonesia bakal menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahun 2030 mendatang, seiring dengan pasar pesawat terbang global sangat prospektif.
Data dari McKinsey menyebut, total pesanan pesawat dunia mencapai rekor tertinggi pada tahun 2024, yaitu mencapai 15.700 pesawat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Berdasarkan International Air Transport Association (IATA), untuk Indonesia menurut IATA diproyeksikan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Jadi tidak lama lagi kita akan menjadi pasar industri penerbangan terbesar keempat di dunia," kata Agus Gumiwang di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.
[Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat ditemui di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Mei 2025]
Photo :
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Selain itu, data International Civil Aviation Organization juga menunjukkan bahwa jumlah penerbangan domestik dan penumpang Indonesia akan meningkat sangat signifikan, masing-masing mencapai sekitar 7,4 juta penerbangan dengan prospek hampir 690 juta penumpang pada tahun 2045.
"Oleh sebab itu, melalui Joint Declaration of Intent (JDI) ini, pemerintah berharap terbangun kolaborasi kuat yang tidak hanya menghasilkan kerangka kerja strategis, tetapi juga menghadirkan alih teknologi yang nyata, peningkatan kandungan lokal dalam industri manufaktur pesawat udara," ujarnya.
Kemudian, JDI antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) dengan produsen pesawat Airbus, diharapkan juga akan menguatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi kedirgantaraan.
Hal itu seiring penguatan sistem perawatan dan pemeliharaan (maintenance, repair, and overhaul/MRO), dan peningkatan peran Indonesia dalam rantai pasok global bidang kedirgantaraan.
Sebagai informasi, Kementerian PPN/Bappenas menandatangani Joint Declaration of Intent antara Bappenas dengan Airbus pada Rabu, 6 Mei 2026. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menekankan, sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada konektivitas udara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta mobilitas masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Inovasi teknologi dan efisiensi operasional pesawat dinilai menjadi faktor penting dalam menjawab kebutuhan tersebut. Rachmat juga menegaskan, kerja sama tersebut harus melampaui aspek pengadaan pesawat semata.
Menurutnya, penguatan ekosistem dirgantara nasional mencakup pengembangan SDM, MRO, serta peningkatan kapasitas industri dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat pertumbuhan industri dirgantara kawasan. (Ant).
Perluas Pasar Ekspor, Airlangga Dorong Barang RI Masuk Eropa Bebas Pajak di 2027
Perjanjian dagang RI-Eropa bakal diratifikasi, sehingga Airlangga berharap bahwa nantinya pasar Eropa bisa terbuka dengan bea masuk nol mulai Januari 2027 mendatang.
VIVA.co.id
6 Mei 2026

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)