VIVA – Timnas Argentina harus berjuang hingga babak perpanjangan waktu sebelum memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski sukses meraih kemenangan dramatis, Lionel Messi mengakui Albiceleste masih menampilkan banyak kekurangan saat menghadapi Tanjung Verde.
Bermain di Stadion Hard Rock, Miami, Sabtu (4/7/2026) WIB, Argentina menundukkan Tanjung Verde dengan skor tipis 3-2 setelah melalui 120 menit pertandingan yang berlangsung sengit.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Messi kembali menjadi sorotan setelah mencetak gol pembuka sekaligus mengukir sejarah sebagai pemain pertama yang mengoleksi 20 gol sepanjang kariernya di putaran final Piala Dunia. Gol tersebut juga menjadi gol ketujuh kapten Argentina itu di Piala Dunia 2026.
Lionel Messi di Timnas Argentina
Photo :
- IMAGN IMAGES via Reuters/Nathan Ray Seebeck
Meski demikian, Argentina gagal mengunci kemenangan dalam waktu normal. Tanjung Verde mampu memberikan tekanan luar biasa sehingga pertandingan harus berlanjut ke babak tambahan sebelum Albiceleste memastikan kemenangan lewat gol bunuh diri lawan.
Messi Akui Argentina Banyak Melakukan Kesalahan
Usai pertandingan, Messi mengaku puas dengan kerja keras seluruh tim, tetapi menegaskan masih banyak aspek permainan yang perlu dibenahi.
"Seperti biasa, kami telah mengerahkan upaya luar biasa hari ini," kata Messi dilansir dari The JoongAng.
Ia menegaskan fokus utama saat ini adalah memulihkan kondisi fisik sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
"Yang terpenting saat ini adalah beristirahat dan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya. Ada aspek positif dalam pertandingan hari ini, tetapi kita perlu memperbaiki kesalahan yang terjadi. Ada cukup banyak kesalahan hari ini."
Messi juga memberikan apresiasi terhadap penampilan Tanjung Verde yang dinilainya tampil sangat disiplin dan menyulitkan Argentina sepanjang laga.
"Saya tahu hari ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit," ujarnya.
Menurut Messi, kualitas Tanjung Verde bukanlah sesuatu yang mengejutkan.
"Ada alasan mengapa Cape Verde belum pernah kalah dari Spanyol atau Uruguay."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kapten berusia 39 tahun itu mengaku sempat yakin Argentina akan mampu mengendalikan jalannya pertandingan setelah mencetak gol pembuka. Namun kenyataan di lapangan justru berbeda.
"Setelah mencetak gol pembuka, yang merupakan tugas tersulit, saya pikir kami dapat mengendalikan jalannya pertandingan, tetapi kenyataannya justru sebaliknya."
Halaman Selanjutnya
Ia menilai Argentina terlalu sering kehilangan bola dan gagal menjalankan pressing secara maksimal.

1 week ago
8











