Meta Gelontorkan Ribuan Triliun untuk AI, Ribuan Karyawan Jadi Korban

1 week ago 11

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Perusahaan induk Facebook dan Instagram, Meta Platforms, diketahui akan memangkas ribuan karyawan dalam waktu dekat. Langkah efisiensi ini disebut-sebut berkaitan erat dengan lonjakan investasi perusahaan dalam pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). 

Di tengah persaingan ketat antar raksasa teknologi, biaya untuk membangun infrastruktur dan sistem AI kini menjadi sangat besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengakui secara langsung bahwa pengeluaran perusahaan untuk AI menjadi salah satu faktor utama di balik keputusan pengurangan tenaga kerja. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat internal perusahaan.

Zuckerberg menjelaskan, biaya terbesar perusahaan saat ini berasal dari komputasi dan infrastruktur, serta kebutuhan sumber daya manusia. Komputasi dan infrastruktur serta hal-hal yang berorientasi pada manusia, menjadi pendorong utama biaya di Meta, sekaligus mengakui peningkatan investasi perusahaan dalam AI.

"Itu berarti kami memang perlu mengurangi ukuran perusahaan sampai batas tertentu,” ungkap perusahaan, sebagaimana dikutip dari Forbes, Selasa, 5 Mei 2026.

Berdasarkan kabar yang tersebar beberapa , Meta berencana memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya atau setara 8.000 karyawan. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan beban pengeluaran perusahaan yang terus meningkat akibat fokus besar pada pengembangan AI.

Zuckerberg juga menyoroti bagaimana efisiensi teknologi AI membuat kebutuhan tenaga kerja berubah drastis di dalam perusahaan. “Jika sebuah tim dulu membutuhkan 50 atau 100 orang dan sekarang hanya membutuhkan 10, memiliki 50 atau 100 orang dalam tim tersebut justru bisa menjadi kontraproduktif ke depannya, jadi saya pikir kita perlu memperbaikinya,” ungkapnya. 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengurangan ukuran tim tidak selalu berarti PHK. Menurutnya, AI justru bisa membuka peluang baru bagi karyawan untuk mengerjakan lebih banyak proyek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meta juga mengungkapkan proyeksi belanja modal terbaru yang sangat besar. Perusahaan memperkirakan pengeluaran mencapai US$125 miliar hingga US$145 miliar, atau setara Rp2.125 triliun hingga Rp2.465 triliun (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS). Angka ini meningkat dari proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran US$115 miliar hingga US$135 miliar.

Secara industri, perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Google juga diperkirakan akan menggelontorkan dana hingga US$750 miliar atau sekitar Rp12.750 triliun untuk pengembangan AI sepanjang tahun ini.

Halaman Selanjutnya

Lonjakan investasi ini membuat sejumlah investor khawatir, bahkan saham Meta sempat ditutup turun hampir 9 persen dalam perdagangan terbaru. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |