Microsoft PHK 4.800 Karyawan di Tengah Besarnya Investasi AI, Gelombang Efisiensi Teknologi Berlanjut

1 week ago 9

Selasa, 7 Juli 2026 - 04:00 WIB

Amerika Serikat, VIVA Microsoft kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.800 karyawan, atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah tersebut menjadi gelombang terbaru efisiensi di industri teknologi global di tengah besarnya investasi perusahaan dalam pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Keputusan itu diumumkan Microsoft pada Senin, 6 Juli 2026. PHK dilakukan saat perusahaan terus menggelontorkan investasi besar untuk membangun infrastruktur AI sekaligus memanfaatkan teknologi tersebut guna meningkatkan efisiensi operasional di berbagai lini bisnis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah Microsoft mengikuti tren yang juga dilakukan sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya. Sepanjang tahun ini, perusahaan seperti Amazon dan Meta Platforms juga telah memangkas ribuan tenaga kerja sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis.

Investasi AI Makin Besar, Tekan Biaya Operasional

Industri teknologi saat ini tengah menghadapi tekanan untuk menyeimbangkan besarnya investasi AI dengan kinerja keuangan perusahaan.

Pengeluaran perusahaan-perusahaan teknologi besar untuk pengembangan AI diperkirakan mencapai sekitar US$700 miliar sepanjang 2026.

Besarnya investasi tersebut mendorong perusahaan mencari berbagai cara untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan AI mampu memberikan keuntungan yang sepadan dengan biaya yang telah dikeluarkan.

Microsoft menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif mengembangkan AI, termasuk memperkuat layanan komputasi awan Azure yang sebelumnya menjadi penyedia eksklusif model AI milik OpenAI hingga April 2026.

Namun, tingginya kebutuhan pembangunan pusat data untuk mendukung layanan AI ikut meningkatkan beban pengeluaran perusahaan.

PHK Dilakukan Setelah Kinerja Saham Melemah

Pengumuman PHK dilakukan setelah Microsoft menghadapi tekanan di pasar modal sepanjang semester pertama 2026.

Saham perusahaan tercatat turun hampir 23 persen dalam enam bulan pertama tahun ini, yang menjadi kinerja semester pertama terburuk sejak 2022.

Di sisi lain, Microsoft diperkirakan akan mengumumkan laporan keuangan terbarunya pada akhir bulan ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, pada April lalu perusahaan memperkirakan pendapatan layanan Azure masih berada di atas ekspektasi analis Wall Street.

Namun bersamaan dengan itu, Microsoft juga mengungkap proyeksi belanja modal mencapai US$190 miliar pada 2026, angka yang dinilai jauh melampaui perkiraan pasar.

Halaman Selanjutnya

Bukan PHK Pertama Tahun Ini

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |