Jakarta, VIVA – Seiring dengan kondisi dan ketegangan geopolitik global, PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan skenario mitigasi kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Provinsi Papua Barat melalui peralihan sementara penggunaan minyak tanah.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat, Ahmad Sofyan Halim mengatakan, kebutuhan mitigasi minyak tanah menggantikan konsumsi LPG diperkirakan mencapai 421 kiloliter (KL) dalam periode tiga bulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Apabila benar-benar terjadi kelangkaan LPG, maka kami sudah siapkan skenario mitigasi," kata Sofyan, Selasa, 19 Mei 2026.
Perhitungan itu diakuinya berdasarkan data realisasi konsumsi LPG sebesar 336,8 metrik ton dengan konversi energi. Yakni 1 metrik ton LPG setara penggunaan 1,96 kiloliter, dan 1 kiloliter minyak tanah setara 0,8 metrik ton LPG.
Stok minyak tanah masih surplus apabila skenario mitigasi diterapkan dengan tambahan kebutuhan mitigasi 421 kiloliter, dan penyaluran diperkirakan mencapai 6.375 kiloliter atau masih di bawah kuota triwulanan yang tersedia.
"Tentu kami tidak ingin hal ini (kelangkaan LPG) terjadi. Tapi jika terjadi maka bisa diantisipasi dengan minyak tanah," ujarnya.
Sofyan menjelaskan, kuota minyak tanah untuk tujuh kabupaten di Papua Barat pada 2026 mencapai 27.182 kiloliter, atau sekitar 6.796 kiloliter kebutuhan per tiga bulan dengan realisasi penyaluran sebesar 29 persen pada Januari-April 2026.
Alokasi minyak tanah Manokwari yakni 11.469 kiloliter, Fakfak 5.908 kiloliter, Teluk Bintuni 3.626 kiloliter, Kaimana 2.800 kiloliter, Manokwari Selatan 1.429 kiloliter, Teluk Wondama 1.274 kiloliter, dan Pegunungan Arfak 676 kiloliter.
"Realisasi penyaluran kepada masyarakat terhitung sejak Januari hingga April 2026 mencapai 7.898 kiloliter," kata Sofyan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, kuota minyak tanah Papua Barat yang ditetapkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tahun 2026, mengalami peningkatan 2.066 kiloliter dibanding 2025 yang tercatat sebanyak 25.116 kiloliter.
Skenario mitigasi peralihan sementara penggunaan minyak tahan difokuskan pada wilayah dengan tingkat konsumsi LPG tertinggi, seperti Manokwari, Fakfak, dan Teluk Bintuni sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan. (Ant).
Bangun Kesadaran Transisi Energi ke Pelajar, Pertamina Gandeng ASRI Energi
Kegiatan ini sebagai upaya menanamkan kesadaran energi berkelanjutan sekaligus memperkuat pemahaman Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
VIVA.co.id
19 Mei 2026

3 weeks ago
9















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)