Jakarta, VIVA – Mobil yang terkena abu vulkanik ternyata tidak bisa dibersihkan sembarangan. Alih-alih kembali bersih, kesalahan saat mencuci justru bisa membuat permukaan cat kendaraan mengalami baret.
Abu vulkanik memiliki karakter berbeda dari debu jalanan biasa. Partikelnya dapat bersifat abrasif dan berpotensi mengandung unsur asam. Karena itu, pemilik kendaraan perlu berhati-hati, terutama saat pertama kali membersihkannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trainer and Personal Detailer Mobster Auto Care, Oktavianus, mengatakan pemilik mobil sebaiknya tidak langsung menyentuh bodi kendaraan yang masih dipenuhi abu.
“Jangan dibersihkan dengan kemoceng, lap atau sentuhan di awal. Karena dapat membuat baretan yang akan menambah risiko kerusakan cat,” ujar Oktavianus kepada VIVA di Jakarta, Senin 7 September 2026.
Menurut dia, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan pre-wash. Tahapan ini bertujuan mengangkat sekaligus melunakkan partikel abu dan kotoran yang menempel di permukaan kendaraan sebelum masuk ke proses pencucian.
Pemilik mobil dapat menyemprotkan larutan sampo khusus kendaraan ke seluruh bagian bodi. Setelah itu, biarkan beberapa saat agar kotoran yang menempel menjadi lebih lunak.
Setelah proses tersebut, kendaraan bisa dibilas menggunakan air bertekanan. Selang air maupun mesin pressure washer dapat digunakan untuk membantu melepaskan abu yang masih menempel.
Tahapan ini penting karena semakin banyak partikel kasar yang berhasil dihilangkan sejak awal, semakin kecil kemungkinan abu bergesekan dengan permukaan cat ketika kendaraan dicuci.
Setelah sebagian besar abu terangkat, pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sampo khusus kendaraan. Pada tahap ini, penggunaan alat dan teknik mencuci juga perlu diperhatikan.
Microfiber dapat digunakan untuk membersihkan permukaan secara perlahan. Hindari memberikan tekanan berlebihan atau menggosok bagian bodi yang masih menyisakan partikel abu.
Setelah selesai, bilas seluruh kendaraan sampai benar-benar bersih. Kemudian keringkan menggunakan kain microfiber khusus pengering.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Oktavianus juga menyarankan pencucian tidak dilakukan ketika matahari sedang terik. Air dan sampo yang cepat mengering dapat meninggalkan mineral deposit atau waterspot pada permukaan cat maupun kaca.
“Abu vulkanik mengandung asam yang dapat membuat korosif. Jadi sebaiknya segera melakukan pencucian dengan teknik, formula sampo dan alat yang tepat,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Setelah kendaraan bersih, pemilik mobil juga dapat memberikan perlindungan tambahan pada permukaan cat, misalnya menggunakan sealant, polymer, atau coating.

3 hours ago
1












