Pindah Tugas dari Tablet ke Laptop Tak Lagi Ribet

2 hours ago 2

Senin, 7 September 2026 - 14:49 WIB

VIVA - Pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini semakin memanjakan pengguna yang kerap berpindah-pindah perangkat dalam beraktivitas.

Lenovo dan Motorola memperluas penggunaan Qira, AI personal yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas di berbagai perangkat seperti laptop, tablet, hingga smartwatch kini bisa saling terhubung secara mulus tanpa mengganggu alur kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu perluasan yang dilakukan adalah dukungan untuk PC dengan RAM 16GB, sehingga tidak lagi terbatas pada perangkat dengan kapasitas memori lebih tinggi.

Sering kali, ide yang ditulis di tablet harus dilanjutkan di komputer, sementara pesan penting dan jadwal rapat tersebar di berbagai aplikasi. Qira hadir menyatukan semua notifikasi penting serta basis pengetahuan lintas perangkat ke dalam satu antarmuka ringkas.

Hasilnya, pengguna bisa memantau informasi yang terlewat dan melanjutkan pekerjaan dari titik terakhir tanpa repot berganti aplikasi. Ekspansi asisten pintar ini juga menjangkau lebih banyak lini.

Selain itu, ekosistemnya diperluas ke jajaran ponsel pintar lewat pembaruan Android 17, hingga merambah perangkat wearable seperti Moto Watch Ultra. Pengguna cukup mengucap "Hey Qira" di pergelangan tangan untuk mengakses informasi lintas perangkat.

Kecanggihan ini didukung integrasi dengan berbagai platform populer harian seperti Gmail, Google Calendar, Slack, Outlook, hingga Notion dan Perplexity. Lewat fitur Catch Me Up, perubahan jadwal atau pesan penting bisa langsung ditindaklanjuti dari satu tempat.

Pengguna juga bisa mengedit dokumen proyek atau melakukan riset mendalam tanpa perlu membuka banyak jendela aplikasi. Meski menawarkan konektivitas yang luas, keamanan data pengguna tetap menjadi prioritas utama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sistem ini mengusung arsitektur local-first, artinya pemrosesan data diutamakan langsung di dalam perangkat. Informasi pribadi yang tersimpan akan dienkripsi secara lokal.

Ketika membutuhkan bantuan pemrosesan cloud, sistem hanya akan mengirimkan perintah relevan melalui jalur enkripsi yang aman, sehingga pengguna memegang kendali penuh atas privasi data mereka.

Ilustrasi HP

AI Bisa Lawan Balik Scammer, Modus Penipuan Digital Kini Bisa Dideteksi

Fraud, scam, dan deepfake semakin mengancam pengguna e-wallet. Teknologi AI kini dimanfaatkan untuk mendeteksi transaksi dan pola kejahatan digital. Simak selengkapnya.

img_title

VIVA.co.id

7 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |