Mobil Listrik 1.000 Km Makin Dekat

2 hours ago 2

Senin, 22 Juni 2026 - 10:23 WIB

China, VIVA- Perlombaan mengembangkan baterai generasi berikutnya untuk mobil listrik terus berlangsung. Terbaru, tim peneliti dari Chinese Academy of Sciences (CAS) mengklaim berhasil menciptakan material elektrolit baru yang dapat meningkatkan umur pakai baterai solid-state, teknologi yang selama ini digadang-gadang menjadi kunci lahirnya mobil listrik berjarak tempuh sangat jauh.

Dilansir VIVA Otomotif dari Carnewschina, Senin 22 Juni 2026, baterai solid-state dianggap sebagai penerus baterai lithium-ion yang saat ini digunakan sebagian besar kendaraan listrik. Teknologi ini menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari tingkat keamanan yang lebih baik, kepadatan energi lebih tinggi, hingga potensi menghadirkan jarak tempuh yang jauh lebih panjang dalam sekali pengisian daya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu kendala terbesar dalam pengembangan baterai solid-state adalah menjaga stabilitas material di dalam sel baterai agar performanya tidak cepat menurun setelah digunakan berulang kali.

Peneliti dari Dalian Institute of Chemical Physics, yang berada di bawah CAS, mengembangkan elektrolit gel komposit baru yang menggabungkan material organik dan anorganik. Pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan jalur perpindahan ion lithium yang lebih efisien sekaligus menjaga fleksibilitas struktur material.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, baterai yang menggunakan teknologi tersebut mampu mempertahankan 84,15 persen kapasitasnya setelah melewati 350 siklus pengisian dan pengosongan daya. Angka tersebut menunjukkan tingkat degradasi yang relatif rendah dibanding sejumlah material pembanding yang selama ini digunakan dalam riset baterai solid-state.

Selain itu, sel baterai yang diuji juga mampu beroperasi stabil selama lebih dari 2.500 jam dalam pengujian berkelanjutan. Hasil tersebut menjadi salah satu indikator bahwa teknologi baterai solid-state mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan dari sisi ketahanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski masih berada di tahap penelitian, perkembangan ini menarik perhatian industri otomotif. Pasalnya, baterai solid-state diyakini dapat membuka jalan bagi kendaraan listrik dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang dibanding teknologi baterai saat ini.

Sejumlah produsen otomotif China bahkan mulai menyiapkan langkah menuju komersialisasi. Dongfeng, misalnya, menargetkan produksi massal baterai solid-state pada paruh kedua 2026. Teknologi tersebut diklaim mampu mendukung kendaraan listrik dengan jarak tempuh hingga 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian daya.

Halaman Selanjutnya

Jika target tersebut tercapai, maka salah satu kekhawatiran utama calon pengguna mobil listrik, yakni kecemasan kehabisan daya di tengah perjalanan atau range anxiety, dapat berkurang secara signifikan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |