Jakarta, VIVA – Banyak orang menganggap mobil listrik lebih praktis dibanding mobil berbahan bakar bensin karena tidak memerlukan ganti oli mesin dan memiliki komponen bergerak lebih sedikit. Namun di balik kesederhanaannya, mobil listrik ternyata memiliki satu komponen yang membutuhkan perhatian khusus: baterai.
Berbeda dengan tangki bensin yang bisa diisi penuh atau dikosongkan tanpa banyak masalah, baterai mobil listrik memiliki karakteristik tersendiri. Bahkan, sejumlah kebiasaan yang dianggap normal justru dapat mempercepat penurunan kesehatan baterai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Disadur VIVA Otomotif dari Autoevolution, Senin 15 Juni 2026, tak heran jika sebagian orang menyebut baterai mobil listrik memiliki sifat manja. Sebab, komponen termahal pada kendaraan listrik itu tidak menyukai kondisi yang terlalu ekstrem.
Salah satu contohnya adalah membiarkan baterai berada di kondisi penuh 100 persen terlalu lama. Banyak pemilik mobil listrik menganggap baterai penuh berarti lebih baik. Padahal, untuk beberapa jenis baterai lithium-ion, kondisi tersebut justru dapat mempercepat degradasi apabila dilakukan terus-menerus.
Ilustrasi baterai mobil listrik
Karena itu, sejumlah pabrikan menyarankan pengisian harian cukup dilakukan hingga 80 atau 90 persen, sementara pengisian 100 persen digunakan ketika hendak melakukan perjalanan jauh.
Baterai mobil listrik juga tidak menyukai kondisi terlalu kosong. Membiarkan kapasitas baterai turun hingga di bawah 10 persen secara berulang dapat memberikan tekanan tambahan pada sel baterai.
Idealnya, kapasitas baterai dijaga pada rentang menengah agar umur pakainya lebih panjang.
Kebiasaan lain yang sering dilakukan adalah terlalu sering menggunakan pengisian cepat atau fast charging. Teknologi ini memang sangat membantu ketika bepergian jauh, namun penggunaan yang terlalu sering berpotensi meningkatkan suhu baterai.
Panas merupakan salah satu musuh utama baterai kendaraan listrik. Semakin tinggi suhu kerja baterai, semakin cepat pula proses degradasi kimia di dalamnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena itu, memarkir mobil listrik di bawah terik matahari dalam waktu lama, terutama ketika baterai berada pada kondisi penuh, juga tidak disarankan.
Mobil listrik modern sebenarnya sudah dilengkapi sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) yang berfungsi mengatur suhu dan kinerja baterai. Namun sistem tersebut bukan berarti membuat baterai kebal terhadap kebiasaan penggunaan yang kurang tepat.
Halaman Selanjutnya
Merawat baterai mobil listrik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan merawat perangkat elektronik sehari-hari: hindari panas berlebih, jangan terlalu sering mengosongkan baterai, dan gunakan pengisian cepat secara bijak.

6 days ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)