Mobil SUV Ini Pilih Hybrid dan Bensin Ketimbang Listrik

6 hours ago 2

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:40 WIB

Jakarta, VIVA – Produsen mobil sport mewah Porsche sedang menyiapkan SUV terbesar dan paling mewah dalam sejarahnya, yang dikenal dengan kode pengembangan K1.

Model ini diposisikan sebagai flagship SUV tujuh tempat duduk yang akan menantang empat besar segmen SUV premium seperti BMW X7 dan Mercedes-Benz GLS, serta diperkirakan meluncur sekitar tahun 2028. Namun, rencana teknisnya kini berubah signifikan menjelang debutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari Rencana EV ke Mesin Konvensional dan Hybrid

Awalnya Porsche berencana menjadikan K1 sebagai SUV listrik besar bagian dari ambisi elektrifikasi yang kuat di seluruh lini.

Namun, laporan terbaru menunjukkan bahwa perusahaan mengubah arah perencanaan tersebut dan akan meluncurkan K1 terlebih dahulu dengan mesin pembakaran internal (ICE) serta opsi plug-in hybrid.

Model ini diperkirakan akan menggunakan platform Premium Platform Combustion (PPC) milik Volkswagen Group, yang juga dipakai oleh banyak model SUV gambaran lain seperti SUV baru Audi Q9. Berbagi platform dengan Audi memungkinkan Porsche mempercepat pengembangan K1 sambil menawarkan bermacam pilihan mesin.

Konfigurasi Mesin dan Performa

K1 diperkirakan akan tersedia dengan berbagai pilihan mesin, termasuk:

  • Mesin V6 3.0 liter turbocharged
  • Mesin V8 4.0 liter twin‑turbo
  • Opsi plug‑in hybrid yang mengombinasikan tenaga listrik dan bensin

Pilihan konfigurasi ini dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pembeli SUV besar dan mewah di pasar global khususnya di Amerika Serikat, Tiongkok, dan Timur Tengah yang sering mencari kombinasi performa dan kenyamanan dalam kendaraan keluarga berkelas.

Rencana Produksi dan Pasar

Menurut laporan, Porsche K1 akan diproduksi di fasilitas Volkswagen Group di Slovakia, tempat juga dibangun SUV segmen besar lain seperti Audi Q9, serta SUV listrik besar keluarga Cayenne.

Dengan panjang lebih dari lima meter, K1 kemungkinan akan menawarkan konfigurasi tempat duduk 4‑, 5‑, hingga 7‑kursi, serta interior yang sangat mewah untuk bersaing langsung dengan rival‑rival premium.

Kenapa Porsche Mengubah Rencana EV?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa faktor yang diduga menjadi alasan perubahan strategi ini antara lain:

  1. Permintaan kendaraan listrik yang melambat secara global
  2. Tantangan teknis dalam pengembangan platform EV besar
  3. Biaya produksi listrik yang tinggi dibandingkan teknologi mesin konvensional

Halaman Selanjutnya

Walaupun versi listrik sepenuhnya belum sepenuhnya ditinggalkan, itu sekarang diproyeksikan muncul belakangan, setelah versi mesin bensin dan hybrid diluncurkan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |