Ngeri! Luka Kecil di Kaki Penyandang Diabetes Bisa Berujung Amputasi, Ini Kata Dokter

7 hours ago 1

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:05 WIB

VIVA Diabetes masih menjadi salah satu penyakit kronis dengan angka kasus yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Gaya hidup modern, pola makan tinggi gula, serta minimnya aktivitas fisik membuat banyak orang tak sadar telah hidup dengan kadar gula darah tinggi. 

Tanpa pengelolaan yang baik, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius, salah satunya adalah luka kaki diabetes yang berisiko berujung amputasi. Scroll untuk info lebih lanjut... 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dr. Andrew Jackson Yang, Sp. B, Subsp. B.V.E. (K), MARS, Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Vaskular RS Pondok Indah – Puri Indah (RSPI), diabetes sering kali tidak terdeteksi sejak dini karena gejalanya cenderung samar. “Diabetes kerap disebut sebagai silent disease karena banyak penyandangnya tidak sadar memiliki kadar gula darah yang tinggi,” jelas dr. Andrew di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Akibatnya, sambung dia, tidak sedikit orang yang baru mengetahui dirinya mengidap diabetes ketika sudah terjadi komplikasi pada tubuhnya. Kadar gula darah yang tinggi secara kronis dapat memicu berbagai gangguan, mulai dari kerusakan lapisan pembuluh darah (endotel), percepatan aterosklerosis, penyempitan dan sumbatan arteri perifer, gangguan mikrosirkulasi, hingga neuropati yang disertai infeksi.

Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah kaki diabetes. Kondisi ini merupakan berbagai masalah pada kaki akibat diabetes yang tidak terkontrol, termasuk luka yang sulit sembuh. Luka kecil sekalipun dapat berkembang menjadi infeksi berat karena tingginya kadar gula darah membuat daya tahan tubuh melemah dan proses penyembuhan terganggu.

Iskemia atau aliran darah yang buruk menjadi salah satu faktor utama penyebab luka sulit sembuh. Kekurangan suplai oksigen dan nutrisi akibat sumbatan pembuluh darah membuat jaringan mudah rusak. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, neuropati atau gangguan saraf menyebabkan kaki menjadi baal sehingga luka sering kali tidak disadari oleh penyandang diabetes. “Penyandang diabetes yang sudah mengalami komplikasi berupa neuropati juga sangat mungkin mengalami luka di kaki tanpa ia sadari,” terang dr. Andrew. 

Kondisi ini diperparah oleh tingginya risiko infeksi akibat gangguan sistem kekebalan tubuh. Untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, penanganan kaki diabetes harus dilakukan secara menyeluruh dan bertahap. 

Halaman Selanjutnya

“Penanganan kaki diabetes harus dilakukan secara menyeluruh dan bertahap, guna mempercepat penyembuhan luka serta mencegah terjadinya komplikasi,” tegas dr. Andrew.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |