Jakarta, VIVA – Pemerintah China kembali membuat gebrakan di industri otomotif global. Mulai 1 Januari 2026, negeri tersebut resmi memberlakukan aturan baru yang membatasi konsumsi energi mobil listrik per 100 kilometer.
Kebijakan ini menjadikan China sebagai negara pertama yang menetapkan batas maksimum penggunaan energi khusus untuk kendaraan listrik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi Mobil Listrik
Photo :
- freepik.com/frimufilms
Langkah ini muncul di tengah dominasi China sebagai pasar mobil listrik terbesar di dunia, sekaligus produsen utama baterai dan kendaraan energi baru (NEV).
Apa yang Diatur dalam Kebijakan Baru?
Aturan tersebut menetapkan batas konsumsi energi (dalam kWh per 100 km) yang harus dipatuhi setiap mobil listrik yang dijual di pasar domestik.
Pengujian dilakukan menggunakan standar nasional China Light-duty Vehicle Test Cycle (CLTC), sistem uji yang mempertimbangkan bobot kendaraan, efisiensi motor listrik, serta karakteristik penggunaan di jalan raya.
Artinya, setiap model mobil listrik baik sedan kecil maupun SUV besar harus memenuhi ambang efisiensi tertentu agar dapat memperoleh izin edar.
Mobil dengan bobot lebih berat memang diberi toleransi konsumsi energi lebih tinggi, namun tetap ada batas maksimal yang tidak boleh dilampaui.
Mengapa China Melakukan Ini?
Meski tidak secara eksplisit menyebut satu alasan tunggal, kebijakan ini dinilai memiliki beberapa tujuan strategis:
1. Mendorong Efisiensi Teknologi
Produsen dipaksa mengembangkan baterai yang lebih ringan, motor listrik yang lebih hemat energi, serta sistem manajemen daya yang lebih canggih.
2. Mengontrol Beban Listrik Nasional
Dengan jutaan EV beroperasi, konsumsi listrik nasional meningkat signifikan. Batasan ini membantu memastikan pertumbuhan EV tidak membebani jaringan listrik secara berlebihan.
3. Meningkatkan Standar Industri
China ingin memastikan mobil listrik yang beredar tidak hanya berdaya jelajah jauh, tetapi juga efisien. Ini berpotensi meningkatkan daya saing produk China di pasar global.
Ilustrasi mobil listrik / cas kendaraan listrik
Photo :
- VIVA/Krisna Wicaksono
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data awal menunjukkan penjualan EV China sempat mengalami penurunan pada awal 2026. Namun, laporan industri menyebut penurunan tersebut lebih dipengaruhi perubahan kebijakan subsidi dan pajak pembelian, bukan langsung akibat aturan pembatasan energi.
Pembatasan konsumsi energi mobil listrik oleh China merupakan langkah strategis untuk mendorong efisiensi, menjaga stabilitas energi nasional, dan meningkatkan kualitas industri otomotif domestik. Kebijakan ini bisa menjadi standar baru dalam perkembangan kendaraan listrik global di masa depan.
116 SPBU Pertamina Sediakan Energi Tambahan Bagi Konsumen saat Waktu Berbuka Puasa
SPBU COCO Pertamina ditegaskan bukan hanya sebagai titik layanan energi, tetapi juga sebagai ruang berbagi dan kepedulian kepada masyarakat atau konsumen saat Ramadhan.
VIVA.co.id
27 Februari 2026

7 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)





