Jakarta, VIVA – Di tengah derasnya sorotan terhadap hubungan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah mencuatnya kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, sebuah pemandangan berbeda justru terlihat di Gedung Kejaksaan Agung, Senin, 13 Juli 2026.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo datang bersama jajaran pejabat utama Mabes Polri untuk menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin. Suasana yang semula diprediksi kaku justru berubah hangat sejak awal konferensi pers.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sambil tersenyum, Sigit membuka sambutannya dengan sapaan yang tak biasa. Ia menyebut Burhanuddin sebagai "kakak asuh", sebuah istilah yang dikenal dalam tradisi kepolisian sebagai bentuk penghormatan kepada senior yang membimbing perjalanan karier seorang anggota.
"Yang saya hormati kakak asuh saya, Pak Jaksa Agung, Pak Sanitiar Burhanuddin, dan juga seluruh keluarga besar Adhyaksa, dan juga tentunya Pak Wakapolri dan seluruh rekan-rekan pejabat utama Mabes Polri," kata Sigit.
Tak hanya menunjukkan keakraban, Kapolri juga meluruskan anggapan yang berkembang mengenai hubungan Polri dan Kejaksaan Agung. Menurut dia, kedua institusi tetap berjalan beriringan dan berkomitmen menjaga sinergi dalam penegakan hukum.
"Tentunya kami sama-sama sepakat dan menyampaikan kepada seluruh jajaran bahwa tidak ada masalah di antara dua institusi ini," ujar dia.
Sigit mengatakan, komunikasi antara Polri dan Kejaksaan akan terus diperkuat, bukan hanya di tingkat pusat, tetapi juga hingga daerah. Menurutnya, soliditas kedua lembaga menjadi modal penting dalam mengawal berbagai program pemerintah.
"Ini tentu harapan kita semua menjadi program yang bermanfaat untuk masyarakat, yang membuat Indonesia menjadi jauh lebih baik, dan tentunya itu dibutuhkan soliditas dan sinergitas yang lebih kuat. Namun sekali lagi, tidak pernah ada masalah antara institusi Kejaksaan dan Kepolisian," tutur dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nada serupa disampaikan Burhanuddin. Ia menegaskan, pertemuan dengan Kapolri bukanlah agenda dadakan ataupun respons atas isu yang berkembang belakangan.
"Alhamdulillah saya kedatangan sahabat-sahabat saya dari kepolisian dan sebenarnya ini adalah bukan program baru, ini adalah program lama," kata Burhanuddin.
Halaman Selanjutnya
Momen kebersamaan keduanya pun ditutup dengan gestur yang mencuri perhatian. Di hadapan para wartawan, Kapolri dan Jaksa Agung bergandengan tangan sambil membentuk salam komando dan melempar senyum.

1 day ago
1











