Naik Vellfire Minta Isi Bensin Subsidi, Penganiaya Pegawai SPBU di Jaktim Ternyata Positif Sabu dan Ganja

2 weeks ago 4

Rabu, 25 Februari 2026 - 00:10 WIB

Jakarta, VIVA - Pria penganiayaan tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, yang sempat teriak 'mobil jenderal' dan 'Kapolda' ternyata positif mengkonsumsi narkoba.

Pelaku yang belakangan berinisial JMH itu positif sabu hingga ganja. Hal ini diketahui pasca yang bersangkutan menjalani tes urine lantaran ngalor-ngidul saat diperiksa polisi pasca ditangkap.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Polisi Alfian Nurrizal dikutip dari akun Instagram resminya, Rabu, 25 Februari 2026.

Usut punya usut, pelaku cuma seorang wiraswasta. Dia seorang pekerja rental mobil bukan anggota Korps Bhayangkara.

"Seorang pekerja rental," kata dia.

Saat kejadian, JMH memakai mobil Toyota Vellfire hitam dengan pelat nomor L-1-XD yang ternyata bodong. Belum lagi dia ngotot mengisi bensin Pertalite yang bersubsidi ke mobil mewah tersebut. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, padahal, barcode bensin subsidi miliknya tak sesuai dengan nopol kendaraan.

"Barcode tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan sehingga pengisian tidak dapat dilakukan sesuai ketentuan," kata dia lagi.

Untuk diketahui, seorang pria yang diduga oknum aparat sempat mencatut mobil yang dibawanya adalah milik seorang jenderal, terkait dugaan penganiayaan kepada operator saat proses mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim).

"Dia bilang, 'kamu tahu tidak ini barcode-nya jenderal? Kamu tidak tahu ini barcode jenderal?' Berkali-kali dia ngomong begitu," kata salah operator SPBU korban penganiayaan oleh oknum tersebut, Lukman Hakim (19), di Jakarta Timur, Senin.

Menurut Lukman, dugaan pria tersebut sebagai oknum aparat muncul dari pengakuannya sendiri yang terus menyebut jabatan tinggi kepolisian.

Ucapan tersebut dilontarkan saat terjadi perdebatan terkait ketidaksesuaian barcode pembelian BBM jenis Pertalite.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lukman mengaku kaget sekaligus takut saat pelanggan tersebut berulang kali menyebut identitas pejabat tinggi kepolisian.

Tak hanya menyebut "jenderal", pria tersebut juga melontarkan kata "Kapolda" saat membentak petugas.

Halaman Selanjutnya

Pernyataan itu, katanya, membuat suasana di lokasi sempat memanas dan membuat petugas memilih bersikap hati-hati.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |