Negosiator Iran Peringatkan AS Hentikan Eskalasi di Selat Hormuz: Kami Bahkan Belum Memulai

1 week ago 4

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:20 WIB

VIVA – Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Ghalibaf, memperingatkan bahwa situasi di Selat Hormuz kian menekan posisi Amerika Serikat. Ia menegaskan Teheran bahkan "belum memulai" langkah utamanya.

Dalam unggahan di platform X pada Selasa, Ghalibaf menyebut tengah terbentuk "persamaan baru" di jalur perairan strategis tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keamanan pelayaran dan transit energi telah terancam oleh Amerika Serikat dan sekutunya melalui pelanggaran gencatan senjata dan pemberlakuan blokade. Tentu saja, kejahatan mereka akan berkurang," tulisnya.

Ia menambahkan, Iran memahami betul tekanan yang kini dihadapi Washington. "Kami tahu betul bahwa kelanjutan situasi saat ini tidak tertahankan bagi Amerika Serikat, sementara kami bahkan belum memulai," lanjutnya.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz, yang dinilai Teheran sebagai ancaman terhadap stabilitas regional dan jalur energi internasional.

Pasukan Iran disebut berulang kali memperingatkan kapal perang AS agar tidak mendekati jalur perairan tersebut. Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga dilaporkan terus menunjukkan kesiapan militernya melalui latihan rudal dan drone.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam beberapa jam terakhir, tidak ada laporan transit komersial di kawasan itu. Iran menegaskan langkah tersebut sebagai bagian dari hak kedaulatannya atas jalur laut vital tersebut.

Pada Senin, Angkatan Laut Iran dilaporkan menembakkan rudal dan drone sebagai peringatan kepada kapal perang AS yang mendekat. Pihak militer Iran menyatakan langkah itu diambil untuk mempertahankan perairan yang mereka klaim sebagai wilayah kedaulatan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Rupiah Tembus di Atas Rp 17.400, BI Bakal Pangkas Lagi Batas Pembelian Dolar AS Jadi Maksimal US$25 Ribu

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah dengan kembali memperketat pembelian dolar AS di dalam negeri sekaligus mempercepat diversifikasi mata uang lokal antarnegara.

img_title

VIVA.co.id

5 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |