NNOPROM 2026, Kemenperin Buka Luas Akses Investor Eurasia Masuk Indonesia

1 week ago 10

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:17 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Perindustrian memperluas akses bagi investor dan pelaku usaha kawasan Eurasia untuk menjajaki peluang investasi dan kemitraan industri di Indonesia. Hal itu dilakikan melalui keikutsertaan sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Ekaterinburg menegaskan bahwa Indonesia kini tidak hanya menawarkan besarnya potensi pasar, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan industri yang jelas dan terukur bagi calon investor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional, Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka ruang yang luas bagi kemitraan internasional yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional," ujar Agus dikuitp, Rabu, 8 Juli 2026.

Diketahui, ajang yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, tersebut menjadi sarana memperkenalkan Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai arah baru pembangunan industri Indonesia.

SBIN merupakan respons Kemenperin terhadap perubahan ekonomi global yang berlangsung semakin cepat, mulai dari percepatan digitalisasi, transisi energi, hingga pergeseran rantai pasok global. Strategi tersebut juga menjadi peta jalan menuju visi Indonesia Emas 2045 dengan berlandaskan Astacita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menjadi panduan industrialisasi yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Melalui SBIN, pemerintah menjalankan empat prioritas utama yang membuka ruang kolaborasi bagi investor Eurasia, yakni penguatan produksi manufaktur bernilai tambah berbasis sumber daya alam, penguasaan teknologi industri melalui Making Indonesia 4.0, industrialisasi hijau, serta pengembangan sumber daya manusia industri.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy mengatakan partisipasi Indonesia pada INNOPROM 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tujuan utama keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 adalah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. Pada pameran ini, Indonesia akan memperkenalkan SBIN yang memungkinkan Indonesia untuk membangun ekosistem manufaktur yang terstruktur, transparan, dan lebih terbuka bagi kolaborasi internasional," ujarnya.

Dia menyampaikan Indonesia memasuki INNOPROM 2026 dengan posisi sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai Tambah Manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia telah mencapai 265 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, ekspor manufaktur nonmigas hingga Agustus 2025 tercatat sebesar 147,9 miliar dolar AS atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Modal tersebut menjadi fondasi bagi kehadiran Indonesia di Ekaterinburg dengan membawa lebih dari 50 pelaku industri yang siap membuka peluang kemitraan konkret bagi investor dan pelaku industri Eurasia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |