Norwegia Diam-diam Gerakkan Lobi di FIFA, Desak Israel Diskors dari Sepak Bola Internasional

5 hours ago 2

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:03 WIB

VIVA – Federasi Sepak Bola Norwegia ternyata telah menjalankan langkah diplomasi yang cukup intens di balik layar untuk mendorong Israel dijatuhi sanksi oleh FIFA. Upaya tersebut dilakukan bukan melalui aksi boikot pertandingan, melainkan lewat jalur resmi di struktur pemerintahan sepak bola dunia dan Eropa.

Fakta itu diungkap dalam laporan Politico yang kemudian dikutip Middle East Monitor. Laporan tersebut mengulas bagaimana Norwegia memanfaatkan pengaruhnya di lingkungan sepak bola internasional agar tuntutan penangguhan Israel dari FIFA mendapat perhatian lebih luas, khususnya di Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tokoh utama di balik langkah tersebut adalah Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness. Mantan pemain tim nasional wanita Norwegia yang kini juga duduk di Komite Eksekutif UEFA itu memilih menggunakan mekanisme resmi organisasi sepak bola dibanding mengambil langkah boikot secara sepihak.

Sejak tahun lalu, Klaveness secara terbuka menyuarakan perlunya FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Asosiasi Sepak Bola Israel. Menurutnya, penerapan aturan harus dilakukan secara konsisten tanpa memandang negara yang terlibat.

"Kami percaya Israel harus diskors, dan ini tentang menegakkan aturan," kata Klaveness dikutip Middle East Monitor.

Meski memiliki sikap tersebut, Norwegia tidak memilih memboikot pertandingan. Klaveness menilai langkah itu justru akan menguntungkan Israel karena kemenangan otomatis dapat memperbesar peluang mereka lolos ke putaran berikutnya. Dalam pertandingan tersebut, Norwegia akhirnya menang telak dengan skor 5-0.

Laporan Politico menyebut posisi Norwegia memiliki arti penting karena negara itu selama ini dikenal konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina. Dukungan dari federasi sepak bola Norwegia dinilai membuat isu penangguhan Israel tidak lagi hanya datang dari negara-negara Arab maupun Asia, tetapi mulai masuk ke ruang pengambilan keputusan sepak bola Eropa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Argumen utama yang dibawa Norwegia berkaitan dengan keputusan FIFA dan UEFA saat menjatuhkan sanksi kepada Rusia setelah invasi ke Ukraina. Saat itu, tim nasional maupun klub-klub Rusia langsung dikeluarkan dari berbagai kompetisi internasional.

Di sisi lain, Israel tetap diizinkan mengikuti berbagai ajang resmi FIFA dan UEFA meski operasi militernya di Gaza menuai sorotan internasional. Menurut Klaveness dan sejumlah aktivis, perbedaan perlakuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi FIFA dalam menegakkan aturan serta komitmen terhadap hak asasi manusia.

Halaman Selanjutnya

Desakan terhadap FIFA sebenarnya telah lebih dulu diajukan Asosiasi Sepak Bola Palestina pada 2024. Mereka meminta Israel dijatuhi sanksi dengan alasan dugaan pelanggaran hak asasi manusia, diskriminasi terhadap atlet Palestina dan Arab, serta keberadaan klub-klub Israel yang bermarkas di permukiman ilegal di wilayah Tepi Barat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |