Pasar Kripto RI Makin Panas, Nilai Transaksi Nyaris Rp100 Triliun

2 hours ago 1

Senin, 22 Juni 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA – Minat masyarakat Indonesia terhadap aset kripto masih menunjukkan tren positif pada 2026. Hal itu terlihat dari nilai transaksi aset kripto yang terus bertumbuh dan hampir menembus angka Rp100 triliun hanya dalam empat bulan pertama tahun ini.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto di pasar spot pada April 2026 mencapai Rp22,98 triliun. Angka tersebut meningkat 2,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar Rp22,34 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan capaian tersebut, total nilai transaksi aset kripto secara year-to-date (YTD) hingga April 2026 mencapai Rp99,01 triliun. Besarnya nilai transaksi ini menunjukkan bahwa aset digital masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati oleh masyarakat.

Pertumbuhan transaksi juga berjalan seiring dengan meningkatnya jumlah investor aset kripto di Indonesia. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa adopsi aset digital semakin meluas, baik di kalangan investor lama maupun pendatang baru.

Di tengah pertumbuhan tersebut, penguatan infrastruktur perdagangan aset digital dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar. Infrastruktur yang terintegrasi dibutuhkan agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung lebih aman, transparan, dan efisien.

Kepala Eksekutif ICEX Group, Kai Hamza, mengatakan pihaknya melihat adanya momentum positif untuk memperkuat fondasi pasar aset keuangan digital di Indonesia. Menurut dia, pengembangan industri tidak hanya bergantung pada pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga pada kualitas infrastruktur yang mendukungnya.

"Kami melihat momentum positif bagi penguatan infrastruktur pasar aset keuangan digital Indonesia. Fokus kami tetap pada pembangunan ekosistem yang mengedepankan integritas pasar, efisiensi operasional, perlindungan investor, dan kepatuhan terhadap regulasi," ujar Kai Hamza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, ICEX Group menjalankan ekosistem melalui tiga entitas berlisensi yang saling terhubung. Ketiganya meliputi Indonesia Crypto Exchange (ICEX) sebagai bursa aset keuangan digital, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, serta International Crypto Custodian (ICC) sebagai pengelola tempat penyimpanan aset.

Kepala Eksekutif Tokocrypto, Calvin Kizana mengungkapkan bahwa belum lama ini perusahaannya telah menyelesaikan proses migrasi ke ekosistem ICEX Group. Bergabungnya perusahaan tersebut membuat jumlah Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah menyelesaikan proses migrasi ke dalam ekosistem tersebut menjadi lima perusahaan.

Halaman Selanjutnya

"Kami menyambut baik selesainya proses migrasi ke ekosistem ICEX Group. industri aset keuangan digital nasional dan memperkuat ekosistem pasar yang semakin terintegrasi," jelasnya, dikutip Senin 22 Juni 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |