Pasar Mobil Indonesia Diprediksi Kembali Tembus 1 Juta Unit

4 hours ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:00 WIB

Jakarta, VIVA – DFSK menilai pasar otomotif Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan dalam jangka menengah hingga panjang. Meski penjualan kendaraan nasional mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan melihat prospek pasar domestik tetap menjanjikan.

Pandangan tersebut disampaikan CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, saat pembukaan masa pre-booking DFSK E5 Plus. Menurutnya, optimisme terhadap pasar Indonesia sudah menjadi dasar perusahaan ketika memutuskan berinvestasi di Tanah Air hampir satu dekade lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alexander menjelaskan bahwa sejak awal DFSK melihat Indonesia sebagai pasar otomotif yang berkembang, bukan pasar yang sudah matang. Karena alasan tersebut, perusahaan membangun fasilitas produksi di Cikande, Banten, sebelum memiliki penjualan kendaraan dalam jumlah besar di Indonesia.

Menurut dia, pasar otomotif nasional memang menghadapi tantangan dalam dua tahun terakhir. Kondisi tersebut terlihat dari penurunan total penjualan kendaraan yang sebelumnya berada di level lebih dari satu juta unit per tahun menjadi sekitar 800 ribu unit.

“Dua tahun terakhir ini kita semua mengalami penurunan total penjualan pasar dalam negeri. Dari satu juta lebih, turun ke 800 ribu,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 23 Juni 2026.

Meski demikian, DFSK tidak melihat kondisi tersebut sebagai hambatan untuk terus mengembangkan bisnis di Indonesia. Perusahaan menilai pasar otomotif nasional masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

Alexander memperkirakan pasar kendaraan nasional berpotensi kembali mencapai angka lebih dari satu juta unit dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, DFSK tetap melanjutkan investasi dan pengembangan produk baru untuk pasar Indonesia.

“Kita yakin dan percayalah, dua sampai tiga tahun ini pasar itu akan kembali kepada posisi yang bertumbuh dengan saya yakin di atas satu juta kembali,” tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain melihat Indonesia sebagai pasar penjualan, DFSK juga menempatkan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan berkemudi kanan. Fasilitas manufaktur di Cikande tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga dipersiapkan untuk mendukung ekspor ke berbagai negara.

Menurut Alexander, strategi tersebut telah menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan sejak awal beroperasi di Indonesia. Karena itu, perusahaan terus mempertahankan komitmen investasinya di tengah dinamika industri otomotif nasional.

Halaman Selanjutnya

“Indonesia akan menjadi dan sudah menjadi pusat produksi kendaraan kemudi kanan DFSK untuk diekspor ke negara lain,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |