Pejabat AS: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz

3 hours ago 3

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:00 WIB

Amerika Serikat, VIVA – Iran diduga tengah bersiap mengerahkan ranjau laut di Selat Hormuz untuk semakin mengganggu jalur pelayaran penting di wilayah itu. Hal ini disampaikan sejumlah pejabat Amerika Serikat kepada CBS News.

Para pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan kepada CBS News bahwa Iran menggunakan kapal-kapal kecil yang masing-masing mampu membawa dua hingga tiga ranjau untuk menebarkannya di selat itu. Jumlah pasti stok ranjau laut Iran tidak diketahui secara terbuka, namun berbagai perkiraan selama bertahun-tahun menyebut angkanya berkisar antara 2.000 hingga 6.000 unit. Ranjau tersebut sebagian besar diproduksi oleh Iran, China, atau Rusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, melalui akun media sosialnya Truth Social, Presiden AS Donald Trump pada Selasa sore waktu setempat mengingatkan Iran untuk menyingkirkan ranjau laut tersebut.

“Jika Iran telah menebar ranjau di Selat Hormuz meskipun kami belum menerima laporan mengenai hal itu kami ingin ranjau tersebut segera disingkirkan, SEGERA!,” tulis dia.

Ia juga mengancam akan membalas Iran lebih kejam dari sebelumnya jika negara tersebut mengerahkan ranjau laut di selat Hormuz.

“Jika karena alasan apa pun ranjau benar-benar dipasang dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya. Sebaliknya, jika mereka mencabut apa pun yang mungkin sudah dipasang, itu akan menjadi langkah besar ke arah yang benar,” kata dia.

Tiga belas menit kemudian melalui media sosialnya Trump mengklaim telah menyerang dan menghancurkan 10 kapal penebar ranjau yang tidak aktif. Operasi ini pun kata dia akan terus berlanjut.

 “Saya dengan senang hati melaporkan bahwa dalam beberapa jam terakhir kami telah menyerang dan sepenuhnya menghancurkan 10 kapal atau perahu penebar ranjau yang tidak aktif, dan operasi akan terus berlanjut,”tulis Trump.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, CNN pada Selasa melaporkan bahwa Iran telah mulai menebar ranjau di selat tersebut.

Sehari sebelumnya, Trump juga telah memperingatkan Iran mengenai konsekuensi jika negara itu menghentikan arus pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya

“Jika Iran melakukan sesuatu yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam Amerika Serikat dua puluh kali lebih keras dari serangan yang sudah mereka terima sejauh ini,” tulis dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |