VIVA – Pelatih anyar Timnas Korea Selatan, Robert Moreno, langsung dihadapkan pada pertanyaan soal kecerdasan buatan (AI) dalam konferensi pers pertamanya, Senin, 14 September 2026.
Moreno membantah tudingan bahwa dirinya terlalu mengandalkan ChatGPT ketika menangani klub Rusia, Sochi. Pelatih asal Spanyol itu mengakui penggunaan teknologi dalam pekerjaannya, tetapi menilai pemberitaan mengenai dirinya telah keluar dari konteks.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Berita itu sepenuhnya salah dan menjadi viral," kata Moreno, dikutip dari AFP.
Moreno kemudian menjelaskan bahwa teknologi memang menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai pelatih. Namun, ia membantah jika keputusan-keputusan sepak bolanya diserahkan kepada kecerdasan buatan.
"Jelas, saya menggunakan teknologi. Siapa pun yang meluangkan waktu 10 menit untuk menelitinya bisa melihat semuanya telah diambil di luar konteks," ujarnya.
Tudingan tersebut muncul setelah Moreno meninggalkan Sochi pada September 2025. Sejumlah laporan ketika itu menyebut mantan pelatih Timnas Spanyol tersebut menggunakan ChatGPT dalam persiapan pertandingan, bahkan disebut-sebut memanfaatkannya ketika mempertimbangkan calon pemain.
Moreno mengalihkan perhatian dari kontroversi tersebut ke pekerjaan yang jauh lebih besar. Ia ditunjuk Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) untuk menangani Timnas Korea Selatan dalam rangkaian pertandingan internasional hingga November.
Korea Selatan memang sedang membutuhkan stabilitas. Tim berjuluk Taegeuk Warriors itu kehilangan Hong Myung-bo setelah tersingkir di fase grup Piala Dunia 2026. Kepergian Hong juga tidak sepenuhnya meredakan kritik terhadap KFA, terutama terkait proses pengangkatannya pada 2024.
Dalam situasi tersebut, Moreno datang dengan mandat untuk memulihkan performa dan kepercayaan publik. KFA memberi kontrak kepada pria berusia 48 tahun itu hingga 27 November 2026, dengan peluang melanjutkan tugas sampai Piala Asia 2027 di Arab Saudi tergantung hasil evaluasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Moreno menjadi pelatih Spanyol pertama yang menangani Timnas Korea Selatan. Ia juga membawa pengalaman menangani Timnas Spanyol, AS Monaco, Granada, serta Sochi. Sebelum mendapatkan pekerjaan sebagai pelatih kepala, Moreno dikenal sebagai bagian dari staf kepelatihan Barcelona dan Timnas Spanyol.
Dalam skuad pertamanya, Moreno tetap memasukkan kapten Son Heung-min. Penyerang yang kini bermain untuk Los Angeles FC tersebut menjadi salah satu pemain penting dalam rencana Moreno bersama Lee Kang-in dan Kim Min-jae.
Halaman Selanjutnya
Khusus Son, Moreno melihat fleksibilitas sang penyerang sebagai keuntungan bagi Korea Selatan. Ia tidak ingin membatasi peran pemain berusia 34 tahun tersebut pada satu posisi.

1 week ago
12





















