Jakarta, VIVA – Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo Dinilai Bisa Jadi Pijakan bagi Pembangunan Ekonomi RI
Jakarta, VIVA - Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo), Prof. Didin S. Damanhuri menilai, pemikiran begawan ekonomi Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo dapat dijadikan sebagai pijakan, bagi pembangunan sistem ekonomi yang berpihak pada kepentingan bangsa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Dewan Pakar Asprindo, Prof. Didin Damanhuri
Karena menurutnya, kemerdekaan politik juga harus berjalan bersama dengan kemerdekaan ekonomi, demi menjaga kedaulatan bangsa.
"Tanpa kedaulauatan ekonomi, Indonesia hanya akan mengalami penjajahan berikutnya, namun dalam bentuk yang berbeda," kata Prof Didin dalam dalam keterangannya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Prof. Didin menegaskan, Indonesia harus memperkuat kemandirian, pemerataan kesejahteraan, dan penguasaan sektor strategis nasiona.
Tujuannya tak lain adalah untuk memastikan bahwa salah satu amanah konstitusi, yakni kesejahteraan bangsa yang berkeadilan, benar-benar dapat tercapai sesuai cita-cita luhur pendiri bangsa ini.
"Indonesia tak bisa hanya bergantung pada ekonomi global. Target Indonesia Emas 2045 tak akan tercapai jika hanya menjadi pasar kepentingan global," ujar Prof. Didin.
Dia juga menekankan, pemerintah harus memperkuat industri nasional dan menjaga pengelolaan sumber daya strategis. Karena manfaat pembangunan juga harus dirasakan masyarakat secara adil, merata, dan berkelanjutan.
Prof. Didin menambahkan, pemikiran Soemitro sesungguhnya merupakan pengingat bahwa perjuangan bangsa belum selesai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena menurutnya, kemerdekaan dalam hal juga politik harus dibarengi dengan kemerdekaan dalam bidang ekonomi.
"Tanpa kedaulatan ekonomi, bangsa akan terus menghadapi berbagai bentuk penjajahan dalam wajah yang berbeda,” ujarnya.
Purbaya Suruh LPDP Gelar Riset demi Pulihkan Ekosistem & Ekonomi Korban Musibah Montara
Purbaya bakal mempercepat pemulihan ekosistem laut dan ekonomi warga di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), korban tumpahan minyak Montara di Laut Timor sejak tahun 2009.
VIVA.co.id
7 Agustus 2026

3 hours ago
2


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295770/original/019030800_1783944385-20260713_094007.jpg)
