VIVA – Persib Bandung kembali mendapat sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA. Berdasarkan FIFA Registration Ban List, Maung Bandung dilarang mendaftarkan pemain baru selama tiga periode jendela transfer mulai 10 Agustus 2026.
PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan sanksi tersebut berkaitan dengan sengketa pemutusan kontrak mantan pelatih Robert Rene Alberts pada 2022, bukan kasus baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan resminya, PT PBB menjelaskan bahwa sanksi yang tercantum dalam daftar FIFA merupakan tindak lanjut dari laporan Robert Rene Alberts yang baru diketahui perkembangan terbarunya oleh klub.
"PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyampaikan bahwa FIFA Registration Ban yang tercantum terhadap Persib berkaitan dengan kasus lama yang terjadi pada 2022, dan bukan merupakan perkara atau kejadian baru yang terjadi pada periode saat ini," tulis pernyataan klub.
Persib juga menegaskan bahwa perkara tersebut berbeda dengan kasus sebelumnya yang melibatkan mantan pemain Daisuke Sato. Kali ini, sanksi berasal dari laporan Robert Rene Alberts terkait pemutusan kontraknya saat masih menangani Persib.
Robert Rene Alberts melatih Persib sejak musim 2019. Namun, pada awal kompetisi Liga 1 2022-2023, ia mengakhiri kebersamaannya dengan klub setelah hanya memimpin tiga pertandingan yang berakhir kurang memuaskan. Saat itu, posisinya kemudian digantikan oleh Luis Milla, meski kontraknya bersama Persib masih berlaku hingga 2025.
Sanksi yang dijatuhkan kepada Persib tercantum dalam Registration Ban List milik FIFA. Daftar tersebut menjadi pedoman bagi asosiasi anggota, konfederasi, klub, pemain, dan agen pemain terkait klub-klub yang tidak diperbolehkan melakukan registrasi pemain baru dalam jangka waktu tertentu.
Larangan registrasi biasanya berkaitan dengan sengketa keuangan atau persoalan kontrak yang telah diputuskan melalui mekanisme penyelesaian sengketa FIFA.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan manajemen tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti seluruh kewajiban yang berkaitan dengan perkara tersebut melalui mekanisme yang berlaku.
"Kami tentu tidak akan tinggal diam. Setiap keputusan dan kewajiban yang harus kami tindaklanjuti akan menjadi perhatian serius. Kami akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelesaikannya melalui mekanisme yang berlaku, sebagaimana yang telah kami lakukan pada kasus sebelumnya," ujar Adhitia.
Halaman Selanjutnya
Di tengah sanksi tersebut, Persib memastikan persiapan menghadapi musim kompetisi 2026-2027 tidak terganggu. Manajemen menyebut seluruh pemain baru telah lebih dahulu diproses registrasinya kepada operator kompetisi dan federasi ketika klub tidak sedang berada dalam masa sanksi.

4 hours ago
3


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295770/original/019030800_1783944385-20260713_094007.jpg)
