VIVA – Pelatih Juventus Luciano Spalletti mengakui kekalahan 2-3 dari Sassuolo terasa sangat menyakitkan setelah timnya gagal mempertahankan keseimbangan permainan pada laga Liga Italia 2026/2027 di Mapei Stadium, Senin 14 September 2026 dini hari WIB.
Juventus sebenarnya mendominasi permainan pada awal pertandingan. Namun, kedua tim gagal mencetak gol hingga babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sassuolo kemudian memecah kebuntuan melalui Sebastiano Esposito pada menit ke-65. Juventus merespons dengan memasukkan Edon Zhegrova dari bangku cadangan, yang kemudian mencetak gol untuk menyamakan kedudukan.
Kieron Bowie kembali membawa Sassuolo unggul sebelum Zhegrova mencetak gol keduanya untuk membuat skor kembali menjadi 2-2. Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Nyonya Tua justru kehilangan kendali dan Sassuolo memastikan kemenangan melalui Vasilije Adzic.
Kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan bagi Juventus karena Adzic merupakan pemain pinjaman dari Bianconeri. Di sisi lain, Sassuolo juga sudah kehilangan kapten Timnas Indonesia Jay Idzes yang ditarik keluar pada menit ke-81 karena mengalami masalah pada paha kirinya.
Spalletti mengakui Juventus seharusnya bisa memenangkan pertandingan tersebut. Namun, keinginan untuk mencetak gol kemenangan justru membuat timnya kehilangan keseimbangan.
“Ini kekalahan yang sangat menyakitkan karena tim sebenarnya bisa menang. Tim kehilangan keseimbangan dan alasan untuk menang, menyerang dengan delapan pemain di lapangan yang seharusnya setidaknya jumlah pemainnya seimbang,” ujar Spalletti dikutip dari Corriere dello Sport, Senin.
Spalletti mengakui dirinya juga mendorong para pemain Juventus untuk terus berusaha meraih kemenangan. Menurut dia, para pemain sebenarnya sudah menunjukkan usaha hingga menit-menit akhir pertandingan.
“Tapi kami juga bisa mencetak gol 3-2; para pemain berusaha untuk menang, dan sayalah yang menyemangati mereka,” katanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih asal Italia itu kemudian mengungkap persoalan yang membuat Juventus kehilangan keseimbangan. Spalletti menilai para pemainnya mungkin menjalankan instruksi terlalu ketat sehingga terlalu banyak pemain yang masuk ke area penalti.
“Mungkin mereka mengikuti instruksi saya terlalu ketat karena terlalu banyak dari mereka kemudian menyerbu ke area penalti untuk membalikkan keadaan,” ujar Spalletti.
Halaman Selanjutnya
Menurut Spalletti, Juventus kemudian memberikan ruang kepada Sassuolo setelah kehilangan bola. Situasi tersebut dimanfaatkan tuan rumah untuk melancarkan serangan yang berujung pada gol kemenangan Adzic.

1 week ago
7





















