Pengakuan Tiwi dan Fadia Menang Telak di German Open 2026, Tiket 16 Besar di Tangan

6 hours ago 2

Rabu, 25 Februari 2026 - 23:08 WIB

Mulheim, VIVA – Ganda putri Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi / Siti Fadia Silva Ramadhanti, membuka kiprah mereka di German Open 2026 dengan performa meyakinkan. Menghadapi pasangan Denmark, Kathrine Vang / Mette Werge, Tiwi/Fadia menang dua gim langsung 21-8, 21-14 di babak 32 besar.

Bertanding di Westenergie Sporthalle, Mulheim an der Ruhr, Jerman, pasangan Merah Putih langsung mengambil kendali sejak awal pertandingan. Pola menyerang yang agresif membuat Tiwi/Fadia melesat dengan enam poin beruntun di gim pertama, sebelum akhirnya menutup interval dengan keunggulan 11-4.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selepas jeda, dominasi mereka semakin terlihat. Tekanan bertubi-tubi membuat pasangan Denmark kesulitan keluar dari tekanan. Tiwi/Fadia bahkan sempat memimpin jauh 16-6, lalu mengamankan gim pertama hanya dalam 13 menit dengan skor telak 21-8.

“Alhamdulillah pada pertandingan hari ini kami bisa meraih kemenangan dengan baik. Di gim pertama, kami sudah menerapkan pola permainan seperti yang biasa kami mainkan dan itu berjalan cukup lancar sehingga bisa menang dengan cukup meyakinkan,” ujar Tiwi dalam keterangan resmi PBSI dikutip Rabu 25 Februari 2026.

Memasuki gim kedua, pertandingan berubah lebih kompetitif. Vang/Werge meningkatkan tempo dan sempat memimpin 11-9 saat interval. Reli-reli panjang membuat Tiwi/Fadia beberapa kali terbawa ritme lawan hingga skor imbang berulang kali di fase tengah gim.

Namun momentum berbalik ketika Tiwi/Fadia menemukan kembali pola permainan mereka. Enam poin beruntun diraih pada kedudukan 14-14, sekaligus membuka enam match point yang kemudian dikunci menjadi kemenangan 21-14. Hasil tersebut memastikan langkah mereka ke babak 16 besar.

Tiwi mengakui perubahan gaya permainan lawan sempat membuat mereka tertinggal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pasangan Denmark mulai mencoba bermain lebih panjang dan mengubah ritme permainan. Kami sempat terbawa pola tersebut dan tertinggal poin. Namun, kami mencoba tetap mengikuti tempo lebih dulu, lalu ketika ada celah untuk mengubah pola, kami langsung melakukan penyesuaian dan kembali ke permainan yang kami inginkan,” jelasnya.

Fadia menambahkan, kondisi arena pertandingan juga sempat menjadi tantangan tersendiri. Ia menyebut arah angin di lapangan berbeda dibandingkan saat latihan sehari sebelumnya sehingga memengaruhi laju shuttlecock.

Halaman Selanjutnya

“Tapi kami segera berkomunikasi lagi di lapangan, dan juga sempat berdiskusi dengan coach Titin (Nitya Krishinda Maheswari) untuk menenangkan diri dan menyesuaikan permainan supaya lebih nyaman,” kata Fadia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |