Jakarta, VIVA – Kinerja sejumlah BUMN di bawah pengelolaan Danantara Indonesia, menunjukkan tren positif sepanjang tahun buku 2025. Sejumlah perusahaan strategis seperti sektor perbankan, energi, telekomunikasi, pertambangan, hingga perkebunan, mencatatkan pertumbuhan laba signifikan yang mencerminkan semakin kuatnya fondasi transformasi BUMN.
Pengamat agroindustri dan analis kebijakan publik Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi BUMN kini tidak hanya ditopang oleh sektor-sektor tradisional seperti perbankan, energi, telekomunikasi, maupun pertambangan saja. Melainkan juga mulai diperkuat oleh sektor agroindustri, yang memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dalam konteks tersebut, peningkatan laba PTPN Group menjadi sinyal penting bahwa sektor perkebunan kini mampu tampil sebagai salah satu pilar baru penggerak ekonomi nasional," kata Makky dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.
Holding PTPN Group, PT Perkebunan Nusantara III (Persero)
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar menunjukkan peningkatan profitabilitas perusahaan, melainkan mencerminkan keberhasilan pembenahan tata kelola, efisiensi operasional, integrasi bisnis, hingga optimalisasi aset yang dilakukan secara konsisten sejak beberapa tahun terakhir.
Makky menambahkan, peran PTPN Group ke depan akan semakin strategis seiring penguatan agenda hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah. Sebagai pengelola komoditas utama seperti kelapa sawit, tebu, karet, kopi, hingga teh, PTPN memiliki posisi penting dalam membangun industri berbasis nilai tambah.
"Transformasi PTPN menjadi sangat relevan dengan arah pembangunan nasional. Pemerintah saat ini mendorong hilirisasi sebagai strategi meningkatkan daya saing industri sekaligus menciptakan nilai tambah di dalam negeri. PTPN berada pada posisi yang sangat strategis untuk menjalankan agenda tersebut," ujarnya.
Makky juga menilai, penguatan sektor perkebunan akan semakin penting dalam mendukung program ketahanan energi nasional. Kebijakan pemerintah memperluas pemanfaatan biodiesel B50 serta pengembangan bioetanol membutuhkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan, sehingga menempatkan perusahaan perkebunan negara sebagai bagian penting dalam ekosistem energi baru dan terbarukan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai kilang atau distribusi energi, tetapi juga mengenai kesiapan sektor hulu," kata Makky.
Dia berharap, momentum kinerja positif sejumlah BUMN tersebut terus dijaga melalui konsistensi transformasi, penguatan tata kelola perusahaan, percepatan hilirisasi, serta sinergi dengan Danantara Indonesia agar Group mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Halaman Selanjutnya
"Sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan agroindustri dunia," ujarnya.

1 week ago
10











