Pengurus PPP Laporkan 3 Orang Atas Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan ke Polda Metro Jaya

2 hours ago 2

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali mendatangi Polda Metro Jaya untuk melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dalam daftar hadir Muktamar PPP.

Kuasa hukum pelapor, Ali Jufri Salem, menjelaskan bahwa laporan yang disampaikan merupakan laporan lanjutan dari sejumlah pengurus PPP yang mengaku tanda tangannya diduga dipalsukan dalam daftar hadir Muktamar oleh M Thohabul Aftoni, A Saiful Hakim, dan Subadri (untuk mendukung Agus Suparmanto).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Hari ini merupakan laporan susulan dari Ketua DPW PPP Kepulauan Riau sekaligus DPRD Kota Batam Muhammad Fadhli, Sekretaris DPW PPP Kepulauan Riau Harken, Ketua DPW PPP Lampung sekaligus DPRD Pringsewu Ferdy Djaya Saputra, dan Bendahara DPC PPP Banten Achmad Sopian. Mereka melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan dalam daftar hadir Muktamar,” ujar Ali Jufri Salem di Polda Metro Jaya, Kamis 25 Juni 2026.

Ali menyebut, dugaan pemalsuan tersebut tidak hanya merugikan para pengurus yang namanya dicatut, tetapi juga diduga digunakan sebagai dokumen dalam proses persidangan di PTUN Jakarta maupun Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Kurang lebih ada sekitar 200 pengurus DPC maupun DPW PPP di seluruh Indonesia yang tanda tangannya diduga dipalsukan. Dokumen yang diduga berisi tanda tangan palsu itu kemudian digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan. Karena itu, kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan tindak pidana ini,” katanya.

Menurut Ali, pihaknya memperkirakan masih akan ada laporan-laporan susulan dari pengurus atau kader PPP lainnya yang merasa menjadi korban dugaan pemalsuan tanda tangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ketua DPW PPP Kepulauan Riau sekaligus anggota DPRD Kota Batam Muhammad Fadhli, mengaku merasa dirugikan karena namanya tercantum dalam daftar absensi Muktamar beserta tanda tangan yang menurutnya bukan miliknya.

“Saya sama sekali tidak menandatangani daftar hadir tersebut. Saya menandatangani daftar hadir pada Muktamar yang sah. Karena itu saya merasa sangat dirugikan dan tidak menerima tanda tangan saya dipalsukan,” ujar Fadhli.

Brigadir Jenderal Polisi Wira Satya Triputra

Kabar Terbaru Kasus Ade Armando, Grace Natalie dan Abu Janda Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Pegiat media sosial Ade Armando dan Permadi Arya serta politisi Grace Natalie dilaporkan ke polisi terkait video ceramah Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).

img_title

VIVA.co.id

25 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |