Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:30 WIB
VIVA –Kecaman terhadap Presiden Donald Trump disampaikan oleh podcaster Tucker Carlson. Dia menyebut Trump seharusnya dicopot dari jabatannya jika presiden AS itu mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir.
Menurut Carlson, sekadar mempertimbangkan kemungkinan tersebut sudah cukup untuk membuat seorang presiden tidak layak lagi menjabat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Begitu seorang presiden secara aktif mempertimbangkan penggunaan senjata nuklir untuk pertama kalinya, orang tersebut harus segera dicopot dari jabatannya. Itu harus menjadi batas merah, karena penggunaan serangan nuklir berarti menghancurkan seluruh umat manusia," kata Carlson dikutip dari laman The Hill, Minggu 30 Agustus 2026.
Carlson menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapannya dengan Joe Kent, mantan direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCC) yang mengundurkan diri awal tahun ini sebagai bentuk penolakan terhadap perang dengan Iran.
Carlson, mengingatkan bahwa dirinya dengan tegas menentang dua upaya pemakzulan terhadap Trump selama masa jabatan pertamanya, mempertanyakan mengapa standar yang sama tidak diberlakukan jika seorang presiden mempertimbangkan kemungkinan melancarkan serangan nuklir terlebih dahulu.
"Kenapa tidak ada upaya untuk segera mencopotnya dari jabatan? Siapa pun yang bahkan membiarkan pembicaraan semacam itu dari bawahannya atau orang-orang yang bekerja untuknya, pada dasarnya tidak layak menjabat," kata dia.
Di sisi lain, Trump sendiri belum pernah secara terbuka mengatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu.
Pernyataan Carlson ini muncul di tengah kekhawatirannya terhadap kebijakan pemerintahan Trump terkait Iran, serta strategi nuklir yang sedang dikembangkan di Pentagon.
Awal bulan ini, Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Elbridge Colby mengatakan dalam sebuah konferensi bahwa para pejabat sedang berupaya memberikan kepada presiden dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth opsi nuklir yang kredibel dan rasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kent mengatakan dirinya khawatir mengenai langkah yang mungkin diambil pemerintahan Trump jika opsi militer konvensional gagal mencapai hasil yang diinginkan Trump di Iran.
"Saya pikir kita akan sangat keliru jika menganggap hal seperti ini tidak mungkin terjadi dalam situasi saat ini, terutama ketika pemerintah sedang berusaha keras mencari jalan keluar," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Trump dan Carlson, yang sebelumnya merupakan sekutu gerakan MAGA dan pendukung Trump, dalam beberapa bulan terakhir terlibat perselisihan akibat perbedaan pandangan mengenai kebijakan luar negeri. Carlson secara terbuka menjadi salah satu pengkritik keras perang dengan Iran.

3 weeks ago
26





















