Pentingnya Tes Genetik untuk Turunkan Berat Badan, Rahasia Diet Lebih Efektif!

2 days ago 1

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:10 WIB

Jakarta, VIVA –Upaya menurunkan berat badan tidak lagi hanya mengandalkan diet ketat atau olahraga intensif.

Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan medis berbasis sains mulai menjadi perhatian, salah satunya melalui pemeriksaan genetik atau genetic testing untuk mengetahui cara paling efektif menurunkan lemak tubuh. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi berat badan antara lain ketidakseimbangan hormon, kekurangan nutrisi penting seperti vitamin D, metabolisme tubuh yang melambat, hingga faktor genetik yang diwariskan.

Pemahaman terhadap profil genetik dapat membantu menentukan strategi penurunan berat badan yang lebih tepat dan personal.

“Genetic testing atau tes genetik adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk melihat gen, kromosom, dan protein dalam tubuh seseorang,” jelas Dokter Estetik dari Plasthetic Clinic Jakarta, dr. Elizabeth Ravinka Rossabel, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 10 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai karakteristik biologis seseorang.

“Melalui tes genetik, kita dapat memperoleh informasi dari DNA mengenai berbagai hal, seperti karakteristik tubuh, metabolisme, serta risiko terhadap kondisi kesehatan tertentu. Selain itu, tes genetik juga dapat menunjukkan variasi gen yang memengaruhi bagaimana tubuh kita merespons berbagai hal,” paparnya.

Dalam konteks program fat loss, hasil tes genetik dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi diet, olahraga, hingga terapi medis yang lebih terarah.

“Dengan mengetahui profil genetik seseorang, berbagai intervensi kesehatan seperti pola makan, olahraga, dan terapi medis dapat disesuaikan secara lebih personal,” katanya.

Tes Genetik untuk Program Diet

Tes genetik juga dinilai memiliki manfaat besar bagi individu yang ingin menurunkan atau menjaga berat badan. Melalui analisis DNA, sejumlah faktor penting dapat diketahui, seperti risiko obesitas, komposisi tubuh, jenis olahraga yang paling efektif, hingga pola diet yang paling sesuai dengan kondisi metabolisme seseorang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan informasi tersebut, program diet dapat dirancang secara lebih presisi. Hal ini menjadi penting karena metode diet yang populer belum tentu cocok untuk semua orang.

“Saat ini terdapat banyak metode diet seperti intermittent fasting, diet keto, dan lainnya. Dengan tes genetik, seseorang dapat memilih pola diet yang paling sesuai dengan kondisi tubuhnya sehingga hasilnya lebih optimal dan risiko berat badan naik kembali dapat diminimalkan,” paparnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |