Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memastikan, pemerintah bakal terus mendorong pembukaan pasar ekspor baru termasuk ke Uni Eropa, guna menjaga pertumbuhan di tengah ketidakpastian global.
Perluasan pasar global diakuinya menjadi salah satu strategi pemerintah, dalam merespons perlambatan ekspor dan dinamika ekonomi dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Langkah-langkah pemerintah terkait dengan ekspor, dalam (situasi) ketidakpastian ini, salah satunya adalah membuka pasar lebih luas,” kata Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto
Photo :
- Biro Pers Sekretariat Presiden
Dia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah berkomunikasi dengan Uni Eropa, guna mendorong proses ratifikasi perjanjian perdagangan agar dapat berjalan sesuai lini masa yang diharapkan. Menurutnya, proses tersebut saat ini masih dalam tahap penyelesaian teknis, termasuk penerjemahan dokumen ke 22 bahasa.
“Kalau ini bisa selesai, kita berharap 1 Januari tahun depan pasar Eropa bisa terbuka dengan bea masuk nol,” ujarnya.
Airlangga menambahkan, pembukaan akses pasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Selain Uni Eropa, pemerintah juga mendorong pemanfaatan kerja sama perdagangan dengan negara lain, termasuk Kanada.
Dia menyebut, Indonesia telah memiliki perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan Kanada yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas ekspor.
“Dengan adanya ketidakpastian antara Kanada dengan berbagai negara lain, maka peran Indonesia semakin penting dan ini juga akan mulai dilihat beberapa produk yang bisa masuk ke Kanada,” kata Airlangga.
Dia menambahkan, kerja sama ekonomi dengan Inggris juga tengah didorong menuju FTA, atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Selain itu, pemerintah bersama negara ASEAN juga membahas penguatan ketahanan energi dan pangan di kawasan, dalam ASEAN Economic Ministerial Meeting.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pembahasan tersebut mencakup respons negara-negara ASEAN terhadap krisis energi dan pangan, termasuk Strategic Petroleum Reserve dan cadangan pangan kawasan.
"Penguatan cadangan pangan juga penting untuk menghadapi ketidakpastian tambahan akibat faktor cuaca seperti El Nino," ujarnya. (Ant).
Harga Minyak Dunia di Kisaran US$90-US$120 Per Barel, Airlangga Ungkap Ragam Skenario Pemerintah
Airlangga mengatakan, saat ini harga minyak dunia di kisaran US$90-US$120 per barel dan pemerintah pun menyiapkan berbagai skenario untuk menjaga stabilitas sektor energi
VIVA.co.id
6 Mei 2026

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)