Pernah Viral Gegara Hampir Dipeluk ODGJ, Lucky Hakim Kini Bikin Heboh Lagi

9 hours ago 2

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:32 WIB

VIVA – Bupati Indramayu Lucky Hakim kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya viral gegara momen tak terduga saat upacara HUT ke-81 RI di Alun-alun Indramayu, Jawa Barat, pada 17 Agustus 2026. Seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba menerobos area upacara dan berlari ke arah Lucky hingga nyaris mendekatinya.

Lucky yang saat itu tengah mengikuti prosesi penghormatan bendera mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut secara langsung. Setelah upacara selesai, ia mendapat informasi bahwa perempuan tersebut diduga ODGJ dan telah diamankan secara humanis oleh petugas. Lucky bahkan menyebut kejadian itu sebagai "kejutan unik".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, Lucky kembali disorot bukan karena kejadian tak terduga, melainkan karena upayanya menjaga Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Di tengah pembangunan dan masuknya investasi, Lucky ingin lahan pertanian tetap dipertahankan. Pemerintah Kabupaten Indramayu menetapkan sekitar 92.888 hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) untuk mencegah alih fungsi sawah produktif.

Namun, karena luas lahan tidak bisa terus ditambah, Lucky mendorong peningkatan produktivitas melalui teknologi pertanian modern.

Salah satunya dilakukan melalui uji coba Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi. Program tersebut diterapkan di lahan sekitar 100 hektare dengan melibatkan sembilan kelompok tani, satu brigade pangan dan 93 petani.

Teknologi yang digunakan mencakup drone pertanian, pompa dan irigasi perpompaan, mekanisasi hingga combine harvester.

“Tujuannya untuk intensifikasi peningkatan tonase, karena hamparan sawah tidak bisa kita tambah, justru yang ada berkurang. Indramayu sudah punya LP2B sekitar 92 ribu hektare yang tidak bisa diutak-atik,” ujar Lucky Hakim dalam keterangannya, dikutip Sabtu 29 Agustus 2026. 

Uji coba yang dimulai sejak Mei 2026 itu kemudian memasuki tahap panen perdana pada 26 Agustus 2026. Berdasarkan pengukuran BPS Kabupaten Indramayu di lima titik ubinan, produktivitas rata-rata mencapai 10,45 ton per hektare.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasil tertinggi bahkan mencapai 12,35 ton per hektare. Capaian tersebut melampaui target awal 8 ton per hektare dan meningkat dari produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 5–6 ton.

“Dari yang tadinya sekitar 5 sampai 6 menjadi 8 ton. Alhamdulillah berkah. Ternyata pas diukur oleh BPS juga tadi sudah dapat angka 10 ton lebih,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Bagi Lucky, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa modernisasi pertanian harus menghasilkan dampak nyata, bukan sekadar menghadirkan teknologi di persawahan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |