Pertamina Inovasi Pantau Keanekaragaman Hayati Berbasis AI

1 week ago 13

Senin, 6 Juli 2026 - 10:36 WIB

Jakarta, VIVA – Pertamina Foundation berinovasi terkait sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Inovasi tersebut disebut dengan PF-Lestari.

President Director Pertamina Foundation Agus Mashud S Asngari mengatakan, PF-Lestari didukung teknologi AI dan analisis spasial. Sehingga mampu mengukur indeks kesehatan vegetasi, mendeteksi perubahan tutupan lahan, hingga melakukan estimasi jumlah pohon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di tengah meningkatnya kebutuhan transparansi, akurasi pelaporan, serta implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG), Pertamina Foundation menghadirkan inovasi sistem pemantauan keanekaragaman hayati berbasis AI bernama PF-Lestari," ujar Agus dikutip dari keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.

Agus melanjutkan platform ini juga didukung fitur pemetaan presisi, yang memungkinkan pengguna mengamati profil tutupan lahan dan topografi secara lebih komprehensif.

Dengan beragam fitur tersebut, PF-Lestari mampu mempermudah inventarisasi digital jenis tanaman, riwayat perawatan, hingga memetakan potensi awal penyerapan karbon di area penanaman.

Agus juga menambahkan inovasi PF-Lestari berangkat dari tantangan pengelolaan data kehati yang tidak terpusat hingga sulitnya mendapatkan visualisasi kondisi aktual secara berkala.

"Melalui PF-Lestari, kami mengintegrasikan proses pemantauan, analisis, dan pelaporan agar berjalan lebih efisien dan akurat," ujarnya.

Saat ini, menurut Agus, PF-Lestari telah diimplementasikan di berbagai area program hutan lestari yang dikelola untuk mendukung rehabilitasi lahan kritis di kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK).

Dengan teknologi yang dimiliki, PF-Lestari mendukung pendataan penanaman pohon endemik dan multi-purpose tree species (MPTS), sekaligus memperkuat fungsi riset serta edukasi kehutanan.

PF-Lestari juga memiliki dashboard terintegrasi juga memungkinkan pengelolaan data lapangan, estimasi keberhasilan tumbuh (survival rate), hingga potensi cadangan karbon menjadi lebih efisien, dan proses evaluasi program yang lebih terukur dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Potensi PF-Lestari menghasilkan value creation Rp2,19 miliar, didukung oleh replikasi internal, ekspansi ke Pertamina Group, dan komersialisasi eksternal," ucap Agus.

Inovasi PF-Lestari pun diapresiasi dalam ajang Annual Pertamina Quality Award (APQA) 2026 dengan meraih predikat Platinum kategori PC-Prove. APQ Awards yang merupakan agenda tahunan yang berjalan sejak 2010, menjadi ajang penganugerahan terhadap implementasi Quality khususnya implementasi 4 Pilar Manajemen Kualitas di lingkungan Pertamina.

Halaman Selanjutnya

"Ini merupakan kali pertama Pertamina Foundation berpartisipasi dalam APQA dan langsung berhasil meraih predikat Platinum," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |