Bantul, VIVA — PT Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam mendorong prinsip keberlanjutan dalam sekitar daerah operasional perusahaan. Salah satunya di Guwosari, Bantul, Yogyakarta, pengelolaan sampah yang berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program Go Sari binaan Fuel Terminal Rewulu sejak 2023.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan, Program Go Sari merupakan contoh bahwa keberlanjutan dapat dibangun dari hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi bagaimana upaya tersebut bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di Guwosari, kita melihat bagaimana sampah yang sebelumnya dianggap sebagai persoalan dapat dikelola menjadi peluang, membuka ruang usaha, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Mars Ega dikutip dari keterangannya, Sabtu, 12 September 2026.
Melalui pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Guwosari, masyarakat tidak hanya didorong untuk mengurangi sampah dari sumbernya, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengelolaan hingga menciptakan nilai ekonomi.
Saat ini, TPS3R Guwosari mampu mengelola sekitar 4,5 ton sampah setiap hari dan mampu membuka green jobs bagi 27 orang pekerja, yang telah mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurut Mars Ega, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), ini menunjukkan keberadaan Pertamina Patra Niaga tidak hanya bertugas dalam menjaga ketahanan energi, tetapi juga bagaimana perusahaan dapat memberikan economic and social value bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Pada kesempatan yang sama, VP Community, Involvement, & Developmeny Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati mengatakan, pengembangan Go Sari dirancang untuk membangun ekosistem yang memberikan manfaat secara berkelanjutan, mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami ingin program CSR tidak berhenti pada pemberian fasilitas atau bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang bisa berjalan bersama masyarakat. Go Sari menjadi salah satu contoh bagaimana pengelolaan lingkungan dapat membuka green jobs, meningkatkan kapasitas masyarakat, sekaligus menjadi tempat belajar bagi lebih banyak orang,” jelas Dian.
TPS3R Guwosari juga berkembang menjadi pusat edukasi pengelolaan lingkungan. Sebanyak 21 instansi dan perguruan tinggi juga telah menjadikan TPS3R Guwosari sebagai lokasi pembelajaran mengenai praktik pengelolaan sampah. Dampak sosial program ini juga diperluas melalui kolaborasi dengan Rutan Kelas IIB Bantul. Sebanyak 30 warga binaan dilibatkan dalam kegiatan sebagai pengrajin eco furniture, dengan memanfaatkan material yang dapat diolah kembali.
Halaman Selanjutnya
“Kolaborasi dengan Rutan Bantul menjadi bagian penting karena kami ingin memastikan manfaat program dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Melalui keterampilan membuat eco furniture, warga binaan mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Dian.

1 day ago
5












