Perundingan Damai Iran-AS Masih Dinamis, ESDM Amankan Alternatif Sumber Energi

5 hours ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:58 WIB

Jakarta, VIVA – Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia menyampaikan, pemerintah tetap mengamankan alternatif sumber energi, di tengah berlangsungnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

“Kalau berkaca dari proses panjang perundingan Iran dan AS, pemerintah tetap harus terus memastikan mengamankan sumber energi tanah air, apa pun kondisi yang berlangsung di Timur Tengah,” kata Anggia sebagaimana dikutip dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut merespons perundingan antara Iran dan AS di Swiss. Meskipun perundingan tersebut memberi sinyal positif untuk bisa meredakan tensi di Timur Tengah dan membuka kestabilan harga minyak dunia, Anggia menilai hubungan Iran dan AS masih dinamis.

Menurutnya, Indonesia tetap harus mengantisipasi berbagai kemungkinan.

“Optimistis harus, namun langkah antisipatif juga harus dilakukan,” ujar Anggia.

Terkait dengan harga BBM non-subsidi, Anggia kembali mengingatkan bahwa harganya mengikuti harga minyak dunia.

Hal itu sebagaimana yang diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan/atau Pengisian Bahan Bakar Nelayan.

“Jadi, kalau terjadi fluktuasi, baik itu naik atau turun, harga BBM nonsubsidi tentu juga akan menyesuaikan, baik itu naik atau turun. Di mana formula harga BBM itu menggunakan rata-rata harga pasar 1 bulan terakhir,” ujarnya.

Diketahui, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei pada Senin, 22 Juni 2026 mengatakan, perundingan antara Iran dan AS di Swiss tidak terganggu oleh ancaman Presiden AS, Donald Trump, terhadap Iran.

Pembicaraan teknis antara Iran dan AS, dengan mediator dari Pakistan dan Qatar, berlangsung di resor Burgenstock, Swiss, Minggu, 21 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada hari yang sama, Trump memperingatkan dalam sebuah unggahan di Truth Social, bahwa dia akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak memaksa sekutunya di Lebanon untuk berhenti "menimbulkan masalah".

Media melaporkan bahwa delegasi Iran meninggalkan ruangan karena pernyataan Trump, dan tidak akan kembali kecuali dia meminta maaf. (Ant).

Ilustrasi Selat Hormuz

Iran: Selat Hormuz Kini Terbuka Sepenuhnya Bagi Kapal Dagang

Duta Besar (Dubes) dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB di Jenewa Ali Bahreini mengatakan Selat Hormuz kini terbuka sepenuhnya bagi kapal-kapal dagang.

img_title

VIVA.co.id

23 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |