Jakarta, VIVA – Pemerintah mulai mengantisipasi potensi meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat kondisi geopolitik global yang memanas, termasuk dampak perang di kawasan Timur Tengah terhadap perekonomian dunia.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan global agar dampaknya terhadap sektor ketenagakerjaan di Indonesia bisa ditekan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Nah, kita segera mengantisipasi terjadinya PHK yang bisa membuat banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia," kata Wamenaker di Jakarta, Minggu.
Afriansyah menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi dan dirangkaikan dengan kegiatan lari bersama peserta Ekspedisi Patriot pada momentum Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta.
Menurut dia, konflik geopolitik yang terjadi saat ini memberi tekanan terhadap banyak negara, termasuk Indonesia. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga stabilitas lapangan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Kita juga sekarang pada tahap kondisi global dunia, perang, ini berdampak kepada semua negara termasuk Indonesia," ujarnya.
Pemerintah, kata Afriansyah, terus memantau dampak situasi global terhadap kondisi ketenagakerjaan nasional agar PHK di berbagai sektor industri tidak semakin meluas.
Ia juga memaparkan tingkat pengangguran di Indonesia saat ini mencapai sekitar 7,4 juta orang atau setara 4,3 persen dari total penduduk. "Tingkat pengangguran sekarang ini setara dengan 7,4 juta orang, sekitar 4,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia," bebernya.
Untuk menekan angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja, pemerintah memperkuat sejumlah program ketenagakerjaan, termasuk program magang nasional dan pelatihan vokasi.
Afriansyah mengatakan kuota program Magang Nasional akan ditambah pada 2026. Pemerintah menaikkan jumlah peserta dari sebelumnya 100 ribu menjadi 150 ribu orang.
"Jadi untuk tahun 2026, Bapak Presiden (Prabowo Subianto) melalui Kementerian Ketenagakerjaan juga membuka insya Allah lowongan sekitar 150 ribu, jadi dari 100 ribu naik menjadi 150 ribu," jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut dia, program magang tersebut ditujukan untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
Selain magang, pemerintah juga membuka program pelatihan vokasi nasional untuk lulusan SMA dan SMK melalui balai pelatihan kerja.
Halaman Selanjutnya
"Itu membuka (kuota) 70 ribu pelatihan, silakan mendaftar dan mengikuti. Pendaftarannya di aplikasi SIAPKerja. Di situlah nanti teman-teman bisa ikut mendaftar di magang hub, kemudian juga ikut di vokasi nasional atau pelatihan vokasi nasional," katanya.

3 weeks ago
20















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)