Piala Dunia 2026 Diterjang Cuaca Panas Ekstrem, FIFA Siaga Usai Ancaman Heat Dome Mengganas

4 hours ago 1

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:49 WIB

VIVA – Babak gugur Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung di bawah kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat diperkirakan akan dilanda gelombang panas ekstrem akibat fenomena atmosfer yang dikenal sebagai heat dome atau kubah panas.

Badan Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service/NWS) memperkirakan fenomena tersebut akan memicu suhu yang sangat tinggi di kawasan Midwest hingga Pantai Timur. Bahkan, indeks panas di beberapa wilayah diperkirakan mencapai 105 hingga 115 derajat Fahrenheit atau sekitar 40 hingga 46 derajat Celsius, level yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak cuaca ekstrem diperkirakan terasa di sejumlah kota penyelenggara pertandingan babak gugur, termasuk Toronto, Kansas City, Philadelphia, hingga East Rutherford, New Jersey. Kondisi tersebut juga diprediksi berlangsung hingga akhir pekan libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli.

Ahli Meteorologi Senior AccuWeather, Alan Reppert, mengatakan suhu tinggi tidak hanya terjadi pada siang hari. Menurutnya, udara panas masih akan bertahan bahkan setelah matahari terbenam.

"Bahkan setelah matahari terbenam, cuacanya masih akan sangat panas. Kita berada pada pola cuaca yang akan sangat panas selama sebagian besar siang hari dan bahkan hingga malam hari," ujar Alan Reppers dikutip dari Reuters.

Reppert menambahkan wilayah New York diperkirakan mengalami suhu tertinggi sejak 2013. Situasi tersebut dikhawatirkan tetap memengaruhi pertandingan malam hari karena suhu belum turun secara signifikan.

"Matahari akan terbenam. Itu akan membantu memperbaiki keadaan, tetapi tetap akan panas," lanjutnya.

Cuaca panas kembali menjadi perhatian serius setelah isu serupa muncul pada Piala Dunia Antarklub yang digelar di Amerika Serikat tahun lalu. Saat itu, serikat pemain dunia FIFPRO menilai suhu ekstrem seharusnya menjadi peringatan penting terkait keselamatan pemain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai langkah antisipasi, FIFA tetap menerapkan jeda minum wajib selama tiga menit pada setiap babak pertandingan di Piala Dunia 2026. Kebijakan tersebut bertujuan mengurangi risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi, meski sempat menuai kritik karena dianggap mengganggu ritme pertandingan.

Sementara itu, Toronto telah mengaktifkan strategi penanganan cuaca panas setelah pemerintah Kanada mengeluarkan peringatan gelombang panas yang berlaku selama beberapa hari. Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam tertentu.

Halaman Selanjutnya

Berbeda dengan stadion terbuka, beberapa venue seperti Atlanta, Dallas, dan Houston memiliki atap yang dapat ditutup serta dilengkapi sistem pendingin udara. Fasilitas tersebut diperkirakan mampu memberikan perlindungan lebih bagi pemain maupun penonton selama pertandingan berlangsung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |