Pihak Sarwendah Bela Giorgio Antonio Soal Live Bareng Anak Ruben: Kelewat Batasnya di Mana?

12 hours ago 1

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:38 WIB

Jakarta, VIVA – Polemik mengenai aksi Sarwendah yang beberapa kali mengajak anak-anaknya muncul dalam siaran langsung penjualan di media sosial masih menjadi perhatian publik. Setelah menuai berbagai komentar dari warganet, kini pihak kuasa hukum Sarwendah akhirnya memberikan penjelasan terkait kontroversi tersebut.

Belakangan ini, Sarwendah diketahui beberapa kali melakukan live streaming untuk mempromosikan produk bersama kekasihnya, Giorgio Antonio.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sejumlah kesempatan, anak-anak Sarwendah juga terlihat ikut hadir di dalam siaran langsung tersebut. Kehadiran mereka memicu beragam respons dari netizen.

Sebagian netizen mempertanyakan keputusan Sarwendah yang melibatkan anak-anaknya dalam aktivitas live commerce. Tidak sedikit pula yang menyoroti kedekatan Giorgio Antonio dengan buah hati Sarwendah, mengingat hubungan keduanya masih sebatas berpacaran.

Menanggapi berbagai kritik yang berkembang di media sosial, tim kuasa hukum Sarwendah, yakni Chris Sam Siwu dan Abraham Simon S.H., menilai publik seharusnya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar.

Mereka menegaskan apabila memang terdapat dugaan pelanggaran terhadap hak anak, lembaga yang memiliki kewenangan seperti Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tentu dapat melakukan penilaian secara objektif.

"Posisi satu video yang melebihi batas langsung disimpulkan ya kan kita ada lembaga ya seperti KPAI misalnya ya kan kita duduk datang-datang ke sana yuk duduk permasalahannya seperti ini kita jelaskan jadi jangan lagi dibilang ini sudah kelewat batas lo," jelas Chris Sam Siwu, dikutip Minggu 21 Juni 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak Sarwendah terbuka apabila memang diperlukan klarifikasi kepada lembaga yang berwenang. Menurut mereka, penilaian terkait perlindungan anak tidak seharusnya hanya didasarkan pada asumsi publik di media sosial.

Selain itu, kuasa hukum juga membela sikap Giorgio Antonio yang dinilai sebagian netizen terlalu akrab dengan anak-anak Sarwendah. Menurut mereka, tindakan yang terlihat dalam video masih merupakan bentuk kasih sayang yang wajar dan belum dapat dikategorikan sebagai sesuatu yang melampaui batas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sekarang kelewat batas di mana ya kan orang disayangnya juga," tuturnya.

Di sisi lain, pihak Sarwendah juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap maraknya penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Halaman Selanjutnya

Mereka menilai teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk mengedit atau memanipulasi video sehingga dapat memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |