VIVA – Di era kejayaan warnet pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an, Point Blank menjadi salah satu game first-person shooter (FPS) paling populer di Indonesia.
Bagi banyak pemain, game besutan Zepetto ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga tempat berkumpul bersama teman, membangun clan, hingga merasakan atmosfer kompetisi esports untuk pertama kalinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski kini harus bersaing dengan judul-judul modern seperti Valorant, Counter-Strike 2, hingga Delta Force, Point Blank ternyata masih mampu mempertahankan eksistensinya.
Berbagai pembaruan, turnamen internasional, dan dukungan komunitas menjadi alasan mengapa game ini tetap memiliki tempat di hati para pemain.
Point Blank Dulu: Raja Warnet yang Sulit Ditandingi
Berikut VIVA telah merangkum Rabu, 15 Juli 2026, Point Blank pertama kali memasuki tahap closed beta pada 2007 sebelum resmi dirilis di Korea Selatan pada 2008. Tak lama kemudian, game ini mulai hadir di berbagai negara, termasuk Indonesia pada 2009. Sejak saat itu, popularitasnya meningkat pesat berkat gameplay yang cepat, kebutuhan spesifikasi PC yang ringan, serta mode permainan yang mudah dipelajari.
Di Indonesia, Point Blank berkembang menjadi fenomena budaya warnet. Sistem pangkat, Clan War, serta mode seperti Bomb Mission, Death Match, dan AI menjadi daya tarik utama yang membuat pemain betah menghabiskan waktu berjam-jam.
Puncaknya terjadi pada 2010 ketika Point Blank mencatat lebih dari 260.000 pemain online secara bersamaan di Indonesia, sebuah angka yang menjadi tonggak penting bagi perkembangan game FPS di Tanah Air.
Point Blank Sekarang: Lebih Modern dan Terus Berkembang
Memasuki 2026, Point Blank memang tidak lagi mendominasi pasar FPS seperti dulu. Namun, Zepetto terus melakukan berbagai penyempurnaan, mulai dari peningkatan grafis, optimalisasi engine i-Cube, penambahan map, karakter, senjata, hingga penyelenggaraan turnamen internasional secara rutin.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Saat ini, Point Blank telah dimainkan oleh lebih dari 100 juta pengguna di lebih dari 100 negara. Game ini masih memiliki basis pemain yang kuat di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga beberapa negara Eropa.
Selain itu, pengelolaan layanan di Indonesia kini dilakukan langsung oleh Zepetto melalui PT Zepetto Interactive Indonesia, sehingga proses pembaruan konten dan komunikasi dengan komunitas menjadi lebih cepat dibanding sebelumnya.
Halaman Selanjutnya
Gameplay Masih Menjadi Daya Tarik Utama

8 hours ago
1











