VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Betrand Peto masih berada dalam tahap awal penanganan kepolisian. Polda Metro Jaya memastikan telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual pada Sabtu, 12 September 2026.
Dalam laporan tersebut, seorang perempuan berinisial AW disebut sebagai pelapor sekaligus korban. Sementara itu, pihak yang dilaporkan merupakan seorang laki-laki berinisial ATT. Sosok dengan inisial tersebut kemudian ramai dikaitkan dengan Betrand Peto, meski kepolisian masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan kesimpulan mengenai keterkaitan identitas tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Grandiarso Sukahar menjelaskan bahwa laporan diterima pada hari Sabtu tanggal 12 September 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah laporan masuk, penyidik tidak langsung menetapkan kesimpulan terkait perkara, melainkan menjalankan sejumlah tahapan penyelidikan. Adapun pelapor sekaligus korban yaitu seorang wanita inisial AW dan terlapornya adalah seorang laki-laki inisial ATT.
Usai laporan diterima, penyidik mulai menyiapkan administrasi penyelidikan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk mengumpulkan informasi mengenai dugaan kejadian yang dilaporkan.
Penyidik nantinya akan meminta keterangan dari pelapor maupun sejumlah saksi yang dinilai mengetahui atau memiliki informasi berkaitan dengan perkara. Selain pemeriksaan keterangan, polisi juga menyebut adanya rencana permintaan visum sebagai bagian dari proses pendalaman.
Langkah tersebut diperlukan agar penyidik memiliki informasi dan bahan pemeriksaan yang lebih lengkap. Polisi juga belum memberikan rincian mengenai hasil pemeriksaan karena proses penyelidikan masih berjalan.
Terkait kedatangan korban, sebelumnya disebutkan bahwa pihak pelapor datang ke Polda Metro Jaya bersama kuasa hukum sekitar pukul 09.00 WIB hari ini. Namun, ketika ditanya lebih jauh mengenai perkembangan laporan tersebut, polisi memilih belum memberikan informasi terperinci.
“Itu nanti akan kami update,” kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya AKBP Grandiarso Sukahar, dalam keterangan yang diterima VIVA, Senin 14 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu informasi yang menjadi perhatian dalam perkara ini adalah lokasi dugaan kejadian. Polisi menyebut bahwa peristiwa yang dilaporkan terjadi di sekitar kawasan SCBD.
Meski demikian, kepolisian belum membeberkan tempat secara spesifik maupun rangkaian kejadian secara detail. Penyidik masih membutuhkan keterangan dari pihak-pihak terkait untuk memastikan bagaimana peristiwa tersebut berlangsung.
Halaman Selanjutnya
“Kalau untuk lokasi itu di sekitar SCBD. Kronologis, itu nanti masih akan didalami oleh tim penyidik,” jelasnya.

1 week ago
10





















